Chinatown Bandung, Simbol Keberagaman di Paris van Java

84
Foto: VIVA.co.id/Adi Suparman

1001indonesia.net – Chinatown Bandung merupakan nama pusat kuliner baru di kota yang dikenal sebagai Paris van Java ini. Lokasinya berada di Jalan Kelenteng No. 41, Kelurahan Kebon Jeruk, Kecamatan Andir.

Hadirnya pusat kuliner ini menjadi bukti keberagaman di Kota Bandung. Sejak dulu, masyarakat di sana yang berasal dari beragam suku, ras, dan agama hidup berdampingan secara damai.

Tempat jajanan ini baru dibuka pada 20 Agustus 2017 di areal lahan seluas 3.000 meter persegi. Di dalamnya, terdapat 77 gerai makanan dan aksesori. Sekitar 80 persen gerai berasal dari usaha kecil dan menengah.

Semua makanan di pusat kuliner ini dapat dimakan oleh semua kalangan, atau dengan kata lain dijamin halal. Jadi, meski dinamakan Chinatown, makanan-makanan yang dijual di sini menyesuaikan dengan kondisi masyarakat Bandung yang sebagian besar beragama Islam.

Minat masyarakat berkunjung ke tempat wisata ini sangat tinggi. Pada hari biasa, pengunjungnya bisa mencapai 1.500 orang. Jumlahnya akan melonjak empat kali lipat pada akhir pekan.

Tempat wisata ini tidak hanya menawarkan berbagai kuliner dan suvenir, tapi juga pemandangan khas pecinan. Juga ada persewaan busana kerajaan di China yang bisa dimanfaatkan pengunjung untuk berswafoto.

Selain sebagai tempat wisata, Chinatown merupakan simbol keberagaman dan kerukunan di Kota Bandung. Kehadirannya  menandakan sejarah panjang masyarakat etnis Tionghoa yang hidup secara berdampingan dengan etnis-etnis lain di Bandung. Etnis Tionghoa bahkan mengambil bagian dalam perjuangan merebut kemerdekaan.

Keberagaman juga tampak dari ornamen-ornamen tempat ini yang memadukan antara gaya Tionghoa dan Sunda. Perpaduan budaya ini menunjukkan ciri khas Bandung sebagai kota dengan masyarakat yang beragam.

Pusat jajanan kuliner ini dulunya merupakan gedung milik Yayasan Permaba (Perhimpunan Masyarakat Bandung) yang berdiri tepat di belakang vihara tertua di Bandung, Vihara Satya Budhi.

Saat meresmikan tempat ini pada 20 Agustus 2017, Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, berharap keberadaan Chinatown dapat memperkuat eksistensi  Bandung sebagai kota yang sangat menghargai perbedaan. Beliau juga mengungkapkan agar Chinatown Bandung  dapat menjadi wujud dari keragaman identitas dalam bidang ekonomi dan pariwisata.

LEAVE A REPLY

fourteen − one =