Barempuk, Permaian Rakyat sebagai Wujud Syukur atas Hasil Panen

67
Barempuk
Dua orang laki-laki dengan tangan berbalut jerami padi, bersiap melakukan pertarungan tari Barempuk yang diiringi nyanyian dan musik khas Sumbawa, di Desa Kakiang, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa, 13 April 2016. (Foto: Danar Tri Atmojo/Kompas.id)

1001indonesia.net – Barempuk adalah permaian khas rakyat Sumbawa yang digelar sebagai ungkapan rasa senang dan syukur atas hasil panen yang diperoleh warga. Dulu barempuk dilakukan di pematang sawah saat acara panen raya.

Barempuk berarti saling rempuk atau saling memukul antara dua orang laki-laki yang besar dan kekuatannya berimbang dengan masing-masing mengepalkan tangkai bulir padi yang telah dipotong di sawah.

Di tempat lain, permainan ini juga disebut dengan nama baranek bawi. Istilah baranek bawi berarti pelampiasan terhadap babi. Sebab, babi khususnya babi hutan merusak tanaman para petani.

Dalam pengertian lain, baranék bawi berasal dari kata anék, yang berarti hantam bertubi-tubi seperti bawi atau babi, yaitu menghantam bagaikan babi yang menggusur tanah saat mencari umbi untuk dimakan.

Permainan barempuk diiringi musik berupa gong, kendang, dan alat musik tiup khas Sumbawa. Alat musik dimainkan oleh laki-laki Sumbawa yang mengenakan pakaian adat tradisional.

Permainan ini merupakan adu fisik di antara kedua pemain. Mereka saling hantam dan menghadang. Demi keamanan, pelaksanaannya diawasi oleh seorang wasit yang akan merelai kedua pemain jika terlibat baku hantam.

Meskipun permainannya dilakukan dengan cara saling memukul, umumnya suasana yang terbangun adalah kegembiraan. Yang terjadi murni permainan dan bukan perkelahian. Tidak ada yang menang dan juga tidak ada yang kalah. Permainan baku hantam dengan batang padi ini murni sebagai ungkapan puji syukur kepada Tuhan.

Permainan barempuk diawali dengan seorang lelaki yang masuk ke arena untuk mencari lawan tanding. Ia melangkah ke arena sambil menari (ngumang) dengan menggenggam batang padi di dua tangannya. Orang yang menerima tantangannya akan memasuki arena sambil menari pula.

Seorang pemimpin pertandingan akan memberi aba-aba mulai dan berakhirnya permainan. Selama permainan berlangsung, pemain harus tetap menggenggam batang padi pada kedua tangannya. Bagian badan yang boleh dipukul adalah dari perut ke atas.

Permainan barempuk berkembang di seluruh Pulau Sumbawa. Umumnya, permainan ini dilakukan untuk memeriahkan acara panen raya. Ketika orang berbondong-bondong menghadiri panen raya, berempuk tentu dapat menjadi tontonan yang sangat menghibur di tengah kegembiraan dan rasa syukur atas melimpahnya hasil panen.

Pada 2020, Kemendikbud menetapkan permainan rakyat khas Sumbawa ini sebagai salah satu Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) di Indonesia.

Baca juga: Tawur Nasi, Tradisi Tolak Bala Warga Desa Pelemsari di Rembang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

15 − fourteen =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.