Barapan Ayam, Permainan Tradisional Asal Sumbawa

466
Barapan Ayam khas Sumbawa Barat
Permainan tradisional barapan ayam khas Sumbawa Barat (travelplusindonesia.blogspot.co.id)

1001indonesia.net – Jika Madura terkenal dengan karapan sapi, Sumbawa memiliki permainan pacuan juga yang disebut barapan ayam. Dari namanya kita tahu, bukan sapi yang dipacu dalam perlombaan ini, tetapi ayam. Bisa dipastikan, permainan tradisional ini akan dipenuhi tepuk tangan dan gelak tawa penonton.

Barapan ayam merupakan pacuan ayam jantan berpasangan asal Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. Permainan ini menjadi tradisi budaya turun-temurun masyarakat setempat. Jenis permainannya hampir mirip dengan balap kerbau (barapan kebo) yang juga menjadi tradisi masyarakat Sumbawa.

Permainan ini sangat unik. Biasanya diikuti oleh ratusan pasang ayam jantan lokal yang sudah dilatih. Berpasang-pasang ayam tersebut berpacu dan beradu cepat menyentuh saga (tonggak kayu) di garis finis.

Kecepatan dan menyentuh saga adalah syarat utama sepasang ayam dinyatakan sebagai pemenang. Lomba berlangsung di arena selebar 8 meter dan panjang 23 meter. Saga dipasang sebagai garis finis.

Tiap pasang ayam yang dilombakan dilengkapi noga, rotan sepanjang 60 sentimeter yang diberi hiasan warna-warni dan diikatkan di leher ayam. Untuk mengiring sepasang ayam itu berlari, ada joki yang dilengkapi lutar, semacam tongkat terbuat dari bambu atau rotan yang salah satu ujungnya dibelah-belah seperti lidi. Lutar ini berfungsi untuk mengarahkan lari ayam sekaligus sebagai cemeti agar ayam berlari kencang.

Untuk mengiring ayam berlari ke arah yang dituju tidaklah mudah. Ini sangat bergantung pada insting ayam. Karena itu, diperlukan keterampilan sang joki untuk membaca situasi dan kondisi ayam yang digiringnya. Jika joki tidak pandai mengiring ayam, bisa jadi ayam malah berlari ke posisi start awal atau keluar lintasan.

Awalnya, permainan tradisional ini dilaksanakan saat musim menanam padi. Namun seiring berjalannya waktu, kegiatan ini semakin sering diadakan, bahkan menjadi acara mingguan. Unik dan meriahnya permainan tradisional ini bisa dikembangkan sebagai wisata budaya dan juga sebagai sarana untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga.

LEAVE A REPLY

seventeen − 3 =