Bakar Gunung Api, Tradisi Unik Menyambut Lebaran di Bengkulu

280
Tradisi Bakar Gunung Api
Seorang anak membakar susunan batok kelapa atau yang dinamakan tradisi membakar gunung api untuk menyambut hari Lebaran. (Foto: liburmulu.com)

1001indonesia.net – Masyarakat suku Serawai di Bengkulu memiliki tradisi unik untuk menyambut hari Lebaran yang disebut ronjok sayak atau bakar gunung api. Batok kelapa disusun tinggi menjulang. Pada malam menjelang Idul Fitri, susunan batok itu dibakar.

Kegiatan membakar susunan batok kelapa ini dilakukan di depan rumah warga. Setiap rumah bahkan membuat lebih dari satu “gunung api”, yang disusun seperti tusuk sate hingga tinggi menjulang.

Tradisi ini sudah berlangsung sejak ratusan tahun lalu. Batok kelapa menyimbolkan ucapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, juga sebagai doa bagi arwah para leluhur yang telah meninggal. Kegiatan membakar susunan batok kelapa ini dilakukan saat malam takbiran setelah shalat Isya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

seventeen − 17 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.