Vihara Kistigarbha Bodhisattva, Terbesar di Asia Tenggara

119
Foto: kebudayaan.kemdikbud.go.id

1001indonesia.net – Vihara Kistigarbha Bodhisattva yang dikenal sebagai Vihara Seribu Wajah terletak di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Selain sebagai tempat ibadah umat Buddha, vihara ini merupakan destinasi wisata yang sangat menarik untuk dikunjungi. Manusia-manusia dari beragam ras, suku, dan agama berkunjung ke sana untuk menyaksikan keunikan dan keindahannya.

Sebab itu, keberadaan vihara ini menjadi tanda majemuknya masyarakat Kepulauan Riau. Keberagaman menjadi napas keseharian. Kemampuan masyarakat di sana untuk menerima kemajemukan berangkat dari pengalaman selama berabad-abad. Sudah sejak lama, Kepulauan Riau dihuni oleh orang dari beragam agama dan ras.

Dalam lintasan sejarah yang amat panjang, Kepulauan Riau merupakan tempat perniagaan yang ramai. Mau tak mau masyarakat Kepulauan Riau harus terbuka terhadap segala perbedaan. Jika tidak, bagaimana mungkin terjadi interaksi dengan orang-orang dari berbagai tempat di dunia yang memiliki adat dan kebiasaan yang berbeda dengan mereka.

Foto: backpackerjakarta.com

Vihara Ksitigarbha Bodhisattva terletak persis di sebelah Barat Kota Tanjungpinang, kurang lebih 10 km dari pusat kota atau dua puluh menit perjalanan dengan kendaraan bermotor.

Pembangunan vihara ini memakan waktu 14 tahun, dan kabarnya menjadi vihara terbesar se-Asia Tenggara. Berdiri pada 2010, bangunan ini merupakan hasil dari sumbangan seorang dermawan yang berasal dari Singapura.

Di dalamnya terdapat 500 patung Arahat dengan berbagai ekspresi wajah. Juga terdapat 40 lebih patung dewa-dewa dalam kepercayaan Buddha Tionghoa. Patung-patung tersebut kabarnya dibuat langsung oleh para seniman China.

Foto: travelingyuk.com

Patung-patung Arahat yang berjumlah 500 dan dengan ekspresi berbeda satu sama lain tersebut dijuluki patung “1000 wajah”. Patung-patung dengan tinggi antara 1,7 sampai 2 meter tersebut menjadi daya tarik paling kuat di vihara ini.

Keberadaan patung-patung tersebut bukan tanpa alasan. Vihara ini memang difungsikan sebagai tempat untuk menyimpan patung para Arahat. Arahat sendiri memiliki arti orang yang telah mencapai tingkat spiritual dan kesucian tertinggi dalam agama Buddha. Mereka adalah orang-orang yang telah mencapai pencerahan. Dibuatnya patung para Arahat di vihara ini sebagai bentuk penghormatan terhadap kesucian para Arahat dalam penyebaran Buddhisme.

Saat Imlek, Vihara Ksitigarbha Bodhisattva akan dipadati banyak pengunjung, baik wisatawan maupun para umat Buddha yang akan melangsungkan ibadah. Lokasinya yang berada di atas ketinggian bukit memungkinkan wisatawan untuk menikmati indahnya pemandangan Gunung Lengkuas. Hamparan hijau perkebunan sayur dan buah yang berada di sekeliling vihara membuat pengalaman berkunjung ke vihara ini menjadi lebih berkesan.

LEAVE A REPLY

four × 2 =