Uma Bokulu, Rumah Tradisional Sumba yang Sakral

274
Uma Bokulu, Rumah Tradisional Sumba
Foto: kompas.com

1001indonesia.net – Bagi warga kampung adat Waru Wora, Desa Patialabawa, Kecamatan Lamboya, Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, rumah adat mereka yang disebut uma bokulu bersifat sakral. Oleh karena itu, membangun ataupun merenovasinya harus dilakukan dengan prosesi adat yang dipimpin pemangku adat setempat.

Seperti yang dilansir Kompas (4/6/2017), uma bokulu berbentuk rumah panggung. Atapnya yang menjulang tinggi membuat bentuk rumah Sumba ini unik. Seperti umumnya rumah tradisional lain di Nusantara, rumah ini tidak sekadar fungsional sebagai tempat tinggal, tapi setiap bagiannya memiliki makna yang berkaitan dengan kepercayaan masyarakat setempat.

Secara umum, setiap rumah memiliki tiga bagian (atas, tengah, bawah) yang merupakan simbol hubungan yang harmonis dengan 3 alam. Bagian bawah menjadi simbol tempat arwah, bagian tengah simbol kehidupan manusia, dan bagian atas menjadi simbol leluhur.

Namun, secara fungsional, bagian rumah warga digunakan untuk menyimpan hewan ternak ayam, babi, termasuk kuda. Sementara bagian atap difungsikan untuk menyimpan berbagai macam persediaan pangan dan perang. Bagian tengah difungsikan sebagai tempat tinggal yang disekat-sekat sebagai tempat tidur dan dapur.

Bagian-bagian rumah tradisional ini juga menggambarkan pembagian peran antara laki-laki dan perempuan dalam rumah tangga. Tidak semua ruangan boleh ditempati atau dilewati oleh perempuan ataupun laki-laki. Masing-masing pun memiliki pintu sendiri-sendiri untuk masuk dan keluar rumah.

Untuk membangun atau merenovasi rumah biaya yang harus dikeluarkan sangat besar. Bukan saja karena bahan baku membuat rumah yang mahal, melainkan prosesi adat yang harus dilakukan membutuhkan biaya besar.

Uma bokulu dibangun menggunakan tiga jenis kayu utama: kayu mayela, kayu mata api, dan kayu nangka. Beberapa jenis pohon sudah langka ditemukan di Sumba yang membuat harganya menjadi sangat mahal. Untuk lantai, rangka atap, dan dinding rumah menggunakan bambu. Sementara atap rumah terbuat dari alang-alang.

LEAVE A REPLY

20 − ten =