Tugu Khatulistiwa, Monumen Unik Kebanggaan Masyarakat Pontianak

Syauqy Robanny, Muhammad Nazri, A. Nurfuadi, M. Irfan Ali S.

321
Tugu Khatulistiwa
Dua kali dalam setahun, yaitu antara 21-23 Maret dan 21-23 September, atau saat matahari tepat di atas garis Khatulistiwa, terjadi fenomena unik di Tugu Khatulistiwa. Bayangan monumen itu dan benda-benda di sekitarnya menghilang. (Foto: Pesona Indonesia)

1001indonesia.net – Kota Pontianak juga dikenal sebagai kota khatulistiwa karena dilalui garis khatulistiwa atau garis lintang nol derajat, atau biasa disebut sebagai ekuator. Di kota inilah dibangun sebuah menara yang diberi nama Tugu Khatulistiwa atau The Equator Monument.

Tugu Khatulistiwa pertama kali dibangun oleh tim ekspedisi yang dipimpin seorang ahli geografi berkebangsaan Belanda. Monumen yang tepat dilintasi oleh ekuator ini sangat unik, sarat dengan pengetahuan.

Sejarah

Berdirinya Tugu Khatulistiwa bermula pada 1928, ketika rombongan ekspedisi internasional dari Belanda tiba di Pontianak. Tujuan mereka adalah menetapkan titik khatulistiwa di kota tersebut.

Pengukuran yang dilakukan oleh para ahli geografi saat itu tanpa menggunakan alat-alat yang canggih, seperti satelit maupun GPS. Para ahli ini hanya berpatokan pada garis yang tidak smooth (garis yang tidak rata atau bergelombang) dan berpatokan pada benda-benda alam seperti rasi bintang.

Tugu ini kemudian mengalami beberapa penyempurnaan. Pertama pada 1930 dengan menyempurnakan tonggak, lingkaran, dan juga tanda panah yang ada pada tugu.

Penyempurnaan kedua terjadi pada 1938 oleh arsitek asal Indonesia yaitu Frederich Silaban. Pada penyempurnaan ini, bangunan tugu terdiri dari 4 buah tonggak dengan ukuran diameter 0,3 meter. Ketinggian 2 tonggak bagian depan 3,05 meter dari permukaan tanah. Sedangkan tinggi tonggak bagian belakang tempat lingkaran dan anak panah petunjuk arah 4,4 meter.

Keempat tonggak tersebut terbuat dari kayu belian atau kayu ulin, sejenis kayu besi atau ulin yaitu kayu khas Kalimantan.

Pada 1990, dibuat kubah dan juga duplikat Tugu Khatulistiwa dengan ukuran yang lebih besar. Ukurannya 5 kali dari yang sebelumnya. Tugu ini telah diresmikan pada 21 September 1991 oleh bupati Kalimantan Barat saat itu.

Wisata

Letak Tugu Khatulistiwa yang tepat pada titik lintang 0 derajat yang membelah bumi secara horizontal menjadi bumi bagian utara dan bumi bagian selatan menciptakan sebuah peristiwa alam yang menakjubkan, tepatnya saat terjadi kulminasi matahari tepat berada di garis khatulistiwa. Pada saat itulah bayangan tugu dan benda di sekitarnya menghilang selama beberapa saat.

Momen menghilangnya bayangan tugu dan benda di sekitarnya saat matahari tepat berada pada titik lintang 0 derajat hanya terjadi dua kali dalam setahun, yaitu pada tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September.

Jadi, jika ingin berkunjung dan menyaksikan secara langsung terjadinya kulminasi matahari atau ingin merasakan berdiri tanpa bayangan, Anda dapat mengatur jadwal terlebih dahulu.

Keunikan kulminasi matahari inilah yang membuat Tugu Khatulistiwa menjadi salah satu ikon Kalimantan Barat yang sangat terkenal di berbagai belahan dunia. Keunikan Tugu Khatulistiwa kemudian disempurnakan oleh Pemerintah Kota Pontianak dengan mendaftarkan Tugu Khatulistwa ke UNESCO agar lebih dikenal oleh dunia.

Setelah penyempurnaan terakhir dan adanya bangunan serta tribun baru yang dibangun oleh Pemkot Pontianak membuat kegiatan berwisata di sekitar tugu menjadi lebih nyaman. Ditambah dengan taman kota di pinggir Sungai Kapuas yang dibangun oleh pemerintah setempat akan membuat kunjungan Anda tidak membosankan. Selain siang hari, pemandangan tugu di malam hari juga tak kalah menarik.

Tips

Cuaca panas khas daerah tropis akan langsung menyapa saat Anda menjejakkan kaki di objek wisata ini. Nah, jika Anda berencana untuk mengunjungi Tugu Khatulistiwa, ada baiknya Anda mempersiapkan beberapa hal.

Di antaranya tabir surya untuk menghindari anda dari sengatan panasnya matahari siang, bagi anda yang tidak tahan panas ada baiknya anda mempersiapkan payung agar anda dapat bebas menjelajahi sekitar.

Anda tentunya tidak ingin hanya menikmati Tugu Khatulistiwa saja bukan? Pemandangan sekitarnya juga akan sangat menakjubkan. Jika Anda beruntung, di kompleks Tugu Khatulistiwa sering juga diadakan agenda wisata khusus, seperti kegiatan-kegiatan seni budaya lokal serta pameran-pameran.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

seventeen − fourteen =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.