Tradisi Brobosan, Upacara Kematian Masyarakat Jawa

186
Tradisi Brobosan
Foto: www.boombastis.com

1001indonesia.net -Tradisi brobosan merupakan bagian dari upacara kematian yang dilakukan oleh masyarakat Jawa. Tujuannya agar keluarga yang ditinggalkan melupakan kesedihan, juga menjadi bentuk penghormatan kepada orang tua atau leluhur yang telah meninggal.

Tradisi brobosan dilakukan dengan cara brobos atau berjalan di bawah keranda atau peti jenazah yang sedang diangkat. Brobosan dilakukan secara bergiliran sebanyak 3 kali. Upacara itu diadakan di halaman orang yang meninggal sebelum jenazah diberangkatkan ke tempat peristirahatan terakhir. Pelaksanaannya dipimpin oleh laki-laki yang paling tua dalam keluarga.

Umumnya, orang yang melakukan brobosan adalah kerabat dekat dari orang yang meninggal, seperti anak, cucu, ataupun saudara dekat lainnya. Tradisi ini sangat dekat dengan kebijakan orang Jawa, “mikul dhuwur mendhem jero,” yang merujuk pada sikap bakti manusia pada orangtua atau leluhurnya.

Selain sebagai penghormatan terakhir dan untuk melepas leluhur ke alam keabadian, brobosan juga dilakukan untuk mendapatkan berkah atau tuah dari orang yang meninggal tersebut, seperti berkah panjang umur.

Sebab itu, tradisi ini dilakukan pada orang tua atau pada orang yang kita luhurkan. Brobosan tidak dilakukan kepada jenazah anak-anak atau remaja.

Sampai saat ini, tradisi kematian sebagai wujud penghormatan terhadap leluhur ini masih dilakukan masyarakat Jawa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

five − one =