Tenun Serat Gamplong, Kerajinan Tenun Tradisional dari Serat Alami

116
Tenun Serat Gamplong
Para perajin di Dusun Gamplong, Sumber Rahayu, Moyudan, Sleman, masih menggunakan alat tenun bukan mesin dalam memproduksi aneka produk tenun. (Foto: Alexander Aprita/Tribun Jogja)

1001indonesia.net – Pada 2017, kerajinan tenun serat gamplong ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia yang berasal dari Daerah Istimewa Yogyakarta. Kerajinan tenun serat telah dimulai di Dusun Gamplong, Sumber Rahayu, Moyudan, Sleman, sejak tahun 1950-an.

Para perajin di Gamplong memproduksi beragam produk tenun, seperti taplak, tas, dan stagen. Bahan baku yang digunakan merupakan serat alam, seperti lidi, mendong, dan enceng gondok. Bahan baku alami tersebut mudah didapat dan harganya juga sangat murah.

Sampai saat ini, para perajin masih menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM). Pengerjaan secara tradisional masih digunakann demi mempertahankan orisinalitas dan kualitas. Menurut perajin di Gamplong, penggunaan mesin justru membuat produk lebih rawan rusak.

Di antara produk yang dibuat di Gamplong, yang paling sulit dan termasuk mahal adalah tenun yang dibuat akar wangi. Pasalnya bahan ini sangatlah tipis. Untuk mengolahnya membutuhkan ketelatenan.

Terbuat dari bahan alami, produk tenun yang sudah tidak terpakai akan mudah terurai. Dengan kata lain, produk ini lebih ramah lingkungan. Hal ini seirama dengan tren di masyarakat luas untuk menghindari penggunaan plastik. Itu sebabnya, tenun serat gamplong yang terbuat dari bahan alami mendapatkan banyak peminat, bahkan dari mancanegara.

Hasil kerajinan tenun dipasarkan melalui beragam sarana. Selain dipasarkan melalui galeri di Gamplong sendiri, tenun juga dijual secara daring dan konsiniasi ke toko-toko tempat wisata di Yogyakata, seperti Malioboro. Untuk pemasaran daring, pemasarannya sudah menembus Bali hingga Australia dan Jepang.

Potensi Dusun Gamplong sebagai sentra kerajinan tenun telah lama ditangkap oleh pemerintah daerah Sleman. Pada 2001, Ibnu Subiyanto, bupati Sleman kala itu, menetapkan Dusun Gamplong sebagai desa cinderamata. Menyambut hal tersebut, warga setempat membentuk paguyuban baru untuk memfasilitasi kuliner, homestay, hingga guide bagi pengunjung.

Tak hanya menawarkan hasil kerajinan, Desa Wisata Gamplong juga menyediakan paket membuat kerajinan untuk siapa pun yang ingin belajar. Para pengunjung datang dari berbagai kalangan, termasuk anak sekolah. Tak sedikit peminat yang bahkan datang dari luar Jawa

Selain sebagai sentra kerajinan tenun serat alam, Dusun Gamplong juga memiliki tujuan wisata baru, yaitu Studio Alam Gamplong. Keberadaan tempat wisata ini berawal saat Dusun Gamplong menjadi lokasi pengambilan gambar untuk film berjudul Sultan Agung: The Untold Love Story dengan sutradara Hanung Bramantyo pada 2017. Pengambilan gambar untuk film Bumi Manusia juga di tempat itu.

Seusai pengambilan gambar selesai, set yang telah didirikan tidak dirobohkan, tetapi diberikan kepada Bupati Sleman, Sri Purnomo, untuk dijadikan sebagai tempat wisata baru bermana Studio Alam Gamplong. Tempat tersebut kemudian diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 15 Juli 2018.

Di tempat wisata tersebut terdapat beberapa zona yang bisa dikunjungi wisatawan, seperti Zona Replika Kranggan Surabaya, Pecinan, Benteng VOC, dan Museum Bumi Manusia.

Baca juga: Ulap Doyo, Kain Tenun Khas Suku Dayak Benuaq di Kalimantan Timur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

one + 6 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.