Suku Korowai di Papua Berumah di Ketinggian Pohon

765
Rumah Pohon Suku Korowai di Papua
Rumah Pohon Suku Korowai di Papua (Foto: George Steinmetz)

1001indonesia.net – Pulau di ujung timur Indonesia ini memang menyimpan hal-hal yang menarik dan unik. Bukan hanya alamnya yang menyimpan keanekaragaman hayati yang begitu kaya, kehidupan manusianya pun memiliki kebudayaan yang khas. Salah satunya, Suku Korowai di pedalaman Papua yang bertempat tinggal di rumah pohon setinggi 50 meter dari permukaan tanah.

Suku Korowai mendiami hutan di Distrik Kaibar, Kabupaten Mappi, Provinsi Papua bagian selatan. Suku pedalaman Papua ini baru ditemukan pada 1950-an (sebagian lain menyebut 1974). Sebelumnya, mereka tidak mengenal orang luar. Sebab, sebagai besar wilayah yang dihuni suku ini merupakan hutan dataran rendah dengan banyak sungai sehingga mereka terisolasi dari masyarakat luar.

Pemerintah Indonesia sendiri baru menyensus suku ini pada 2010. Bukan persoalan yang mudah untuk melakukannya. Sebab, tempat tinggal mereka terpencar-pencar. Jarak antara satu rumah pohon dengan rumah pohon lainnya jauh. Lokasi tempat tinggal mereka pun sangat sulit dijangkau.

Tempat tinggal suku Korowai yang berada di atas pohon dengan kekhasan arsitekturnya membuat suku ini sangat unik. Rumah pohon Suku Korowai berada di ketinggian 15 sampai 50 meter di atas permukaan tanah.

Mereka percaya, semakin tinggi mereka membangun rumah, semakin mereka dijauhkan dari gangguan roh-roh jahat. Tentu, tingginya keberadaan rumah mereka membuat mereka aman dari gangguan binatang buas, banjir, serangan suku lain, dan terutama nyamuk.

Suku Korowai merupakan suku nomaden atau suku yang suka berpindah tempat. Mereka biasanya membangun rumah di daerah yang dekat hutan sagu dan sungai, bertanah subur, dan tidak masuk dalam kekuasaan suku lain.

Rumah pohon mereka sangat alamiah. Material pembuatan rumah pohon berasal dari hutan dan rawa di sekitar mereka, seperti kayu, rotan, akar, daun, dan ranting pohon. Semua bahan diambil dari alam. Kerangka terbuat dari batang kayu kecil-kecil, dan lantainya dilapisi kulit kayu. Dinding dan atapnya menggunakan kulit kayu atau anyaman daun sagu. Semua sambungan dan ikatan menggunakan tali yang terbuat dari serat kulit kayu.

Proses pembangunan rumah hanya boleh dikerjakan oleh para laki-laki, sedangkan kaum perempuan dan anak-anak membantu menyediakan daun sagu sebagai atap.

Pembuatan rumah pohon dimulai dengan memilih pohon yang besar dan kuat sebagai tiang utama. Setelah menemukan pohon, mereka mengumpulkan bahan-bahan. Batang pohon Banyan merupakan material utama pembuatan rumah yang mereka lakukan secara bergotong-royong dengan melibatkan keluarga dekat.

Pekerjaan dilanjutkan dengan membuat tangga untuk menaikkan gelondongan kayu kecil untuk kerangka rumah. Tahap berikutnya membuat lantai atau panggung di atas pohon untuk menumpuk bahan-bahan. Di atas panggung, dibangun lantai rumah, untuk meletakkan tiang-tiang dan kerangka rumah dari batang-batang kayu yang diikat dengan tali dari serat kulit kayu.

Meskipun rumah mereka di atas pohon, hidup mereka lebih banyak dihabiskan di bawah. Rumah pohon hanya digunakan untuk berlindung dan tempat untuk tidur di kala malam. Pada pagi hari, anak-anak dibopong untuk dibawa turun dan diajarkan cara mengolah sagu dan berburu. Anjing peliharaan mereka juga dibopong turun untuk menemani mereka berburu.

Suku Korowai hidup sepenuhnya bergantung pada alam. Untuk mendapatkan karbohidrat, mereka mengolah sagu, menanam umbi-umbian, juga menanam pisang. Untuk memenuhi kebutuhan gizi, mereka menangkap ikan di sungai dengan bubu dan tombak, juga berburu hewan dengan panah.

Menjelang senja, keluarga suku Korowai satu-satu naik ke rumah pohon untuk istirahat dan merencanakan perburuan di hari esok.

Keunikan Suku Korowai sempat menjadi perhatian dunia. George Steinmetz, seorang fotografer berkebangsaan Amerika, mengabadikan rumah pohon Suku Korowai dalam foto yang ia muat dalam laman websitenya. Pada 2011, suku terasing di Papua ini pernah muncul dalam film dokumenter BBC Human Planet. Dalam film tersebut, suku Korowai menunjukkan bagaimana mereka membuat rumah di ketinggian pohon.

Sumber:

  • https://www.goodnewsfromindonesia.id/2016/01/30/foto-foto-luar-biasa-rumah-pohon-suku-korowai-di-papua
  • http://kidnesia.com/Indonesiaku/Teropong-Daerah/Papua/Seni-Budaya/Rumah-Pohon-Suku-Korowai

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

twenty − eight =