Sendang Semanggi, Tempat Tirakat di Kaki Bukit Sempu Bantul

212
Sendang Semanggi
Foto: Trisno S. Sutanto/satuharapan.com

1001indonesia.net – Sendang Semanggi yang berair jernih ini sering digunakan untuk tempat menepi.  Kolam yang sarat dengan nuansa mistis itu dikelilingi oleh tiga pohon besar, yakni pohon beringin, pohon pamrih, dan pohon sambi.

Sendang Semanggi sebenarnya tidak berukuran besar. Luas kolamnya hanya 2 x 2 meter. Sendang tersebut pertama kali ditemukan oleh Ki Marto Pangarso, seorang spiritualis, melalui wangsit yang ia dapatkan sekitar tahun 1940.

Berdasarkan wangsit yang didapat, Pak Marto menelusuri Gunung Sempu, bukit yang terletak di belakang Sendang Semanggi. Ia kemudian menemukan sendang tersebut. Di tempat itu, ia membangun sebuah padepokan sebagai tempat tinggal sekaligus tempat tirakatnya dengan cara kungkum (berendam).

Sebelumnya, Ki Marto yang sebelumnya tinggal di sekitar Nataprajan itu sempat ditangkap dan dijebloskan ke penjara oleh tentara Jepang pada 1944-45.

Panca Walika

Salah satu yang diajarkan Ki Marto disebut sebagai Panca Walika yang berisi lima petuah moral, seperti jangan melanggar hukum pemerintah, jangan mengingini harta orang lain, jangan menyakiti orang lain, jangan ingkar janji, dan kasihilah sesama manusia.

Seiring waktu, banyak orang mulai mengikuti ajaran Ki Marto. Kegiatan Ki Marto kemudian dicurigai oleh pemerintahan Jepang yang menganggap Ki Marto sebagai salah satu gerakan “Ratu Adil”. Ia kemudian dimasukkan ke penjara.

Sendang yang secara administratif beralamat di Dusun Sembungan, Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul ini semula diberi nama Sendang Titis, yang berarti jitu atau tepat sasaran. Dinamakan demikian karena sendang semanggi dianggap menjadi tempat untuk mendapatkan wangsit yang jitu. Namanya kemudian menjadi Sendang Semanggi merujuk pada banyaknya tanaman semanggi di sekitar sendang.

Sendang Semanggi ini pernah dijadikan tempat menenangkan batin oleh Mantan Presiden Soeharto. Di sini, Marto Pangarso atau Romo Marto menjadi salah satu guru spiritual sang presiden, bersama Romo Dijat dan Romo Budi Utomo.

Saat ini, sendang dan padepokan peninggalan Ki Marto Pangarso dikelola oleh putranya, Suyudi. Tempat ini sering menjadi tempat berkumpul dan berdoa orang-orang dari berbagai macam agama dan kepercayaan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

15 + 12 =