Sendang Bagusan, Wisata Religi di Godean Sleman

210
Sendang Bagusan
Foto: yacob-ivan.blogspot.co.id

1001indonesia.net – Petilasan seseorang yang dianggap sakti dan linuwih dalam olah batin dan agama sering disakralkan oleh masyarakat setempat. Tempat-tempat tersebut sering dikunjungi oleh banyak orang, terutama yang memiliki keperluan tertentu. Demikian halnya dengan Sendang Bagusan atau Sendang Kebagusan di Dusun Senuko, Godean, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dahulu, air sendang itu sering digunakan seorang bangsawan bernama Raden Bagus Khasantuka untuk bersuci sebelum menunaikan sholat lima waktu. Kini tempat ini sering didatangi peziarah untuk mendapatkan berkah.

Raden Bagus Khasantuka atau yang lebih dikenal sebagai Kiai Bagus Khasantuka merupakan seorang pangeran dari Mataram. Ia putra Amangkurat III, raja Mataram Kartasura.

Pangeran yang bernama kecil Raden Bagus Kemuning itu senang mengembara untuk mencari ilmu. Gurunya banyak. Dari para gurunya, ia mempelajari banyak ilmu sehingga ia menjadi manusia yang linuwih, baik dalam bidang agama maupun kesaktian.

Dalam pengembaraannya, ia sering berwudu dan mandi di sebuah sendang di Senuko, Godean ini. Ia begitu sering mengunjungi desa tersebut. Sampai akhirnya, ia memutuskan untuk mengabdi di Desa Senuko. Di desa itu, ia mengajar agama hingga akhir hayatnya. Itu sebabnya, makamnya pun terdapat di tempat ini dan dirawat orang hingga sekarang.

Kompleks sendang ini terbagi menjadi 2 bagian. Di bagian atas merupakan makam keramat Kiai Bagus Khasantuko. Sementara Sendang Bagusan berada di bagian bawah.

Di lokasi makam terdapat sebuah paseban. Konon, paseban tersebut digunakan sebagai tempat untuk berkumpul para petani, dan digunakan oleh Kiai Bagus Khasantuka untuk mengajar agama Islam. Kini tempat itu digunakan sebagai lokasi peziarahan dan juga wisata religi. Banyak orang-orang mengunjungi petilasan ini.

Sementara sendangnya, di siang hari dimanfaatkan untuk mandi dan mencuci oleh masyarakat sekitar. Di malam hari dimanfaatkan para peziarah untuk mandi dan kungkum. Menurut cerita masyarakat, air sendang tersebut dapat membersihkan dari segala hal-hal negatif.

Di sekitar lokasi sendang, juga terdapat sebuah pohon gayam. Biasanya, di sendang dan tempat yang dianggap keramat ditumbuhi pohon yang sudah langka itu. Pohon gayam tersebut dianggap memiliki aura yang positif yang membuat suasana menjadi nyaman dan tenteram. Selain itu, pohon yang tinggi besar itu berfungsi untuk menjaga mata air.

Sendang Bagusan mulai dibuka secara umum sejak 1998, dan banyak dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah. Tempat ini dapat menjadi pilihan wisata yang menarik di wilayah Godean, Sleman. Di sini, pengunjung bisa belajar sejarah spiritualitas di masa silam.

LEAVE A REPLY

three × 1 =