Rujak Cingur, Kuliner Tradisional Asal Surabaya

487
Rujak Cingur
Rujak Cingur (Foto: visit-sheilla.blogspot.co.id)

1001indonesia.net – Jika dilihat, rujak cingur tampak tidak menarik. Tekstur dan warnanya yang cenderung kelam tidak menggugah selera. Namun jangan salah, begitu menyentuh lidah dan merasakan nikmatnya, banyak orang yang ketagihan kuliner tradisional ini. Di Jawa Timur, hidangan ini sangat terkenal.

Meski bernama rujak, makanan yang berasal dari Surabaya ini berbeda dengan umumnya rujak yang kita kenal. Isinya bukanlah bermacam buah dipadu sambal berbahan gula jawa, tapi perpaduan antara sayuran, buah-buahan, lontong, tahu, tempe, dan cingur sapi yang disiram dengan bumbu petis. Bentuknya mirip dengan gado-gado, tapi bahan dan rasanya berbeda.

Bumbu petis inilah yang membuat rujak cingur berwarna kelam. Selain warnanya yang kurang menarik, adanya cingur atau moncong sapi juga membuat banyak orang enggan untuk memakannya.

Namun, pandangan sering kali menipu. Tampilan yang tidak menarik dari menu ini berbanding terbalik dengan rasanya. Segarnya buah dan sayuran yang berpadu dengan kenyalnya cingur bisa membuat banyak orang ketagihan.

Rujak cingur sangat digemari oleh masyarakat Jawa Timur, melampaui Kota Surabaya yang menjadi asal kuliner tradisional ini. Menu ini bisa kita temukan di beberapa daerah di Jawa Timur.

Seiring waktu, masing-masing daerah memiliki kekhasan tersendiri dalam penyajiannya. Meski bervariasi dalam hal bahannya, semuanya sama-sama menggunakan bumbu petis sehingga rasanya tidak berbeda jauh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

twenty − one =