Pesanggrahan Ambarbinangun, Tempat Peristirahatan Raja-raja Yogyakarta

342
Pesanggrahan Ambarbinangun, Tempat Peristirahatan Raja-raja Yogyakarta
Foto: aanprihandaya.com

1001indonesia.net – Pesanggrahan Ambarbinangun merupakan salah satu tempat peristirahatan yang dibangun oleh raja-raja Yogyakarta. Letaknya di sebelah selatan Pesanggrahan Sanapakis atau di sebelah timur Sungai Bedog. Saat ini, pesanggrahan tersebut termasuk dalam wilayah Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dahulu raja-raja Yogyakarta membangun pesanggrahan-pesanggrahan sebagai tempat peristirahatan atau tempat rekreasi. Pesanggrahan juga memiliki fungsi lain, yaitu untuk menenangkan dan mengendapkan pikiran, sebagai tempat persembunyian, dan bahkan sebagai pertahanan.

Banyak pesanggrahan yang didirikan di lingkungan keraton Yogyakarta. Sayangnya banyak di antaranya yang rusak, hancur, atau bahkan sudah tidak bisa dijumpai lagi bangunannya. Tidak banyak pesanggrahan yang masih utuh. Jika pun ada, sudah berubah dari bentuk aslinya.

Bangunan-bangunan pesanggrahan biasanya memiliki arsitektur yang indah dan unik. Paling tidak, sebuah pesanggrahan memiliki kolam, kebun, tempat istirahat, tempat spiritual, serta halaman yang relatif luas. Di samping itu, pesanggrahan hampir selalu dibangun di tempat yang nyaman dan tenang.

Nama Ambarbinangun berasal dari kata ambar yang berarti harum, dan binangun dari kata dasar bangun. Dengan demikian, Ambarbinangun berarti suatu tempat yang dibangun dengan cita rasa keharuman dan keasrian.

Pesanggrahan tersebut dibangun pada masa Sultan Hamengkubuwana VI, tepatnya pada bulan Sya’ban tahun Be 1784 Jw (1855–1856 M). Pendiriannya ditandai dengan candrasengkala tirta haslira sabdaning ratu. Maknanya, suatu tempat pemandian, pentirtaan, dan pesanggrahan yang dibangun atas titah raja. Di daerah tersebut memang mudah mencari sumber air, mengingat letaknya dekat dengan Sungai Bedog.

Bangunan Pesanggrahan Ambarbinangun kemudian disempurnakan pada tahun 1850 Jw (1920 M), pada masa Sultan Hamengkubuwana VII. Pesanggrahan ini difungsikan sebagai tempat peristirahatan sampai dengan awal pemerintahan Sultan Hamengkubuwana IX. Pada 1940-an, Sultan Hamengkubuwana IX pernah mengajak beberapa pejabat Belanda melakukan pesiar ke pesanggrahan tersebut.

Di masa revolusi, tempat ini sering digunakan untuk menyimpan obat-obatan dan senjata para pejuang. Kini tempat ini telah diserahkan kepada Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) Yogyakarta dan namanya berubah menjadi Pondok Pemuda Ambarbinangun.

Tempat ini terbuka untuk umum, untuk berbagai kegiatan seni, budaya, dan wisata, dan nasionalisme. Di antaranya sebagai tempat latihan teater, seleksi Paskibraka, seleksi pertukaran pemuda antarnegara, diklat kepemimpinan, dan sebagainya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

seventeen − thirteen =