Padepokan Gajah Lampung Menelurkan Banyak Atlet Berprestasi

190
Padepokan Gajah Lampung
Para atlet muda di Padepokan Gajah Lampung. (Foto: berbagisemangat.com)

1001indonesia.net – Padepokan Angkat Besi Gajah Lampung menjadi tempat pembibitan para atlet angkat besi. Padepokan yang terletak di Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung, ini banyak menelurkan atlet angkat besi berprestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Beberapa atlet jebolan padepokan ini bahkan mampu mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional pada ajang olahraga angkat besi (weightlifting) dan angkat berat (powerlifting). Di antaranya adalah Winarni, Sri Inriyani, Sri Hartati, Eko Yuli Irawan, serta Triyatno. Dan masih banyak lagi atlet juara jebolan padepokan ini.

Winarni dan Sri Indriyani berhasil meraih medali perunggu di Olimpiade Sydney tahun 2000. Belum lama berselang, Sri Hartati menyabet medali emas di ajang Kejuaraan Dunia Angkat Berat “40th World Open Women Powerlifting Championship 2019” di Dubai pada 18-23 November.

Para atlet sedang berlatih di Padepokan Gajah Lampung. (Foto: Ijilampung.com)

Padepokan Angkat Besi Gajah Lampung didirikan oleh Imron Rasidi pada 1963. Pria kelahiran Pringsewu pada 1944 ini merupakan mantan atlet angkat berat profesional dengan segudang prestasi, salah satunya gelar juara Asia Pasifik pada 1972.

Karena kehebatannya, Imron dijuluki Gajah Lampung. Julukan itu kemudian ia sematkan pada nama padepokannya saat ia beralih profesi menjadi pelatih angkat besi dan angkat berat. Sampai saat ini, Imron masih melatih secara langsung atlet-atlet muda di Padepokan Gajah Lampung.

Imron, terlahir dengan nama Liu Nyok Siong, bahkan tak segan-segan mengeluarkan duit pribadinya untuk mengirim atlet-atletnya berlaga di luar negeri. Tak hanya itu, Imron pun tetap terus berjuang agar masa depan atlet pascajuara dunia memiliki masa depannya.

Di padepokan yang terletak di Jalan Ahmad Yani, Pringsewu Utara, ini umumnya murid-murid memulai pelatihan sejak belia. Sebagian besar dari mereka berasal dari keluarga sederhana. Mereka diwajibkan untuk berdisiplin dalam menjalankan program latihan jika ingin meraih prestasi seperti para senior mereka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

four × 2 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.