Munggahan, Tradisi Masyarakat Sunda Menyambut Puasa Ramadhan

209
Tradisi Munggahan
Foto: Nusantaranews

1001indonesia.net – Berbagai daerah di indonesia memiliki tradisi unik dalam menyambut bulan puasa. Salah satunya adalah tradisi munggahan yang dilakukan oleh masyarakat Sunda.

Istilah tradisi munggahan berasal dari dari kata munggah yang berarti naik. Kata munggah banyak digunakan umat Islam, misalnya pada kata munggah haji (naik haji).

Orang Sunda mengatakan, “Unggah kana bulan nu punjul darajatna (naik ke bulan yang luhur derajatnya).” Dari kata munggah tersebut tersirat perubahan, baik secara lahiriah dan (seharusnya) batiniah.

Secara lahiriah, selama puasa kita harus menahan diri dari rasa haus dan lapar. Secara batiniah, seharusnya pemikiran, ibadah, dan sikap hidup kita menjadi lebih baik. Dengan demikian, orang akan benar-benar menang, menjadi suci atau fitri di hari lebaran.

Tradisi yang juga dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur ini diadakan sehari atau dua hari sebelum puasa. Dalam tradisi ini, digelar makan bersama (botram) keluarga, kerabat dan tetangga di pegunungan, sawah, dan bukit-bukit. Tujuannya untuk berbagi kegembiraan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan yang penuh keberkahan dan menyambung tali silaturahmi.

Selain itu, ada juga yang melengkapinya dengan ritual ziarah kubur ke makam orang tua atau kerabat yang sudah meninggal. Ziarah juga dilaksanakan ke makam para wali atau ulama yang dihormati oleh masyarakat setempat.

Tradisi ini telah dilaksanakan masyarakat Sunda sejak dulu. Pelaksanaannya bervariasi, tergantung adat kebiasaan daerah masing-masing. Tradisi ini masih terpelihara sampai sekarang, baik di desa-desa maupun di kota-kota di Jawa Barat.

Di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, tradisi munggahan bahkan digelar secara meriah melalui festival Ngaliwet. Selain lomba menanak nasi khas Sunda, acara ini juga diramaikan dengan pertunjukan kesenian tradisional, seperti seni badud, seni beluk, balap perahu, dan ngecak balong.

Baca juga: Nyadran, Tradisi Orang Jawa Menyambut Bulan Suci Ramadhan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

2 × two =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.