Melimpahnya Bahan Obat Alami di Indonesia

443
Empon-empon (tanaman Indonesia) dan Jamu, Ramuan Tradisional Khas Indonesia
Jamu merupakan obat alami tradisional khas Indonesia yang sampai sekarang masih populer di kalangan masyarakat.

1001indonesia.net -Sebagai negara dengan keanekaragaman hayati terbesar ketiga dunia, setelah Brasil dan Kongo, Indonesia mempunyai peluang untuk bersaing di bidang farmasi global dengan memanfaatkan sumber dayanya untuk memproduksi obat alami.

Demikian ditulis Kompas (6/10/2016) saat mengulas anugerah Habibie Award ke-18 untuk empat ilmuwan berdedikasi.

Kompas melanjutkan bahwa saat ini lebih dari 90 persen bahan baku obat masih diimpor. Padahal, Indonesia mempunyai potensi alam luar biasa yang bisa dijadikan bahan baku pembuatan obat alami.

Indonesia yang memiliki 30.000 jenis tanaman obat layak disebut sebagai live laboratory. Sayang, dari jumlah tersebut, baru 1.200 jenis yang dimanfaatkan sebagai bahan baku obat alami.

Kekayaan hayati Indonesia ini sudah disadari negara-negara lain. Saat ini, sudah ada beberapa perusahaan farmasi dari beberapa negara yang tertarik pada kekayaan alam Indonesia. Mereka berinvestasi dan melakukan penelitian untuk mencari bahan baku obat yang bisa dikembangkan di daerah asal.

Para peneliti Jepang, misalnya, telah mematenkan sekitar 40 senyawa aktif dari tanaman Indonesia. Bahkan beberapa obat-obatan yang bahan bakunya ditemukan di Indonesia sudah dipatenkan kemudian diproduksi massal di negara lain sehingga memberi keuntungan yang besar bagi negara tersebut.

Penggunaan berbagai tanaman sebagai obat sudah dimulai sejak zaman dahulu, jauh sebelum masuknya pengobatan Barat yang banyak menggunakan bahan kimia. Pengetahuan ini kemudian diwariskan secara turun-temurun, dari generasi ke generasi.

Sampai sekarang, ramuan tradisional untuk kesehatan, seperti jamu, masih populer di kalangan masyarakat. Terlebih dengan adanya gerakan back to nature, kecenderungan penggunaan obat-obatan dari bahan alami semakin meningkat.

Namun, seperti yang sudah disinggung, pemanfaatan potensi tanaman obat yang dimiliki Indonesia belum maksimal. Masih sangat banyak yang belum dimanfaatkan demi kepentingan masyarakat luas. Bukankah menjadi pilihan yang paling rasional jika kita lebih memanfaatkan apa yang kita punya ketimbang tergantung pada bahan baku impor.

Memang, riset untuk mengembangkan bahan baku obat dari alam tidaklah mudah dan memerlukan waktu. Oleh karena itu, keberpihakan pemerintah pada riset ini sangat dibutuhkan. Pemerintah perlu mendorong dan memfasilitasi penelitian yang berkelanjutan mengenai penggunaan kekayaan tenaman Indonesia sebagai bahan baku obat sehingga hasilnya lebih maksimal.

Pengembangan obat alam ini memang patut mendapatkan perhatian yang lebih besar. Selain karena besarnya potensi yang dimiliki Indonesia, juga karena permintaan pasar yang semakin meningkat.

Lagi pula dengan besarnya bahan baku yang dimiliki Indonesia, harga obat alami akan lebih terjangkau bagi masyarakat bawah, mengingat mahalnya biaya kesehatan dan obat-obatan kimia saat ini.

LEAVE A REPLY

1 × 3 =