Megahnya Pagoda di Taman Alam Lumbini

93
pagoda taman alam lumbini
Pagoda Taman Alam Lumbini (Foto: meciko.blogspot.com)

1001indonesia.net – Hadirnya sebuah pagoda megah membuat Taman Alam Lumbini menjadi destinasi wisata populer di Berastagi. Pagoda dengan warna mencolok tersebut merupakan pagoda tertinggi di Indonesia. Bangunannya yang bewarna emas, dari kejauhan tampak berkilau sehingga tampak megah.

Pagoda yang diberi nama Lumbini ini merupakan replika dari Pagoda Shwedagon atau pagoda emas Yangon, Myanmar. Bagi umat Buddha, Pagoda Shwedagon merupakan pagoda teragung di dunia, dipercaya telah dibangun sejak lebih dari 2.600 tahun yang lalu saat Sang Buddha Gautama masih hidup.

Dinspirasikan dari Pagoda Shwedagon, dibangunlah replika pagoda tersebut di kompleks International Buddhis Centre – Taman Alam Lumbini pada 2007. Proyek pembangunan itu diselesaikan pada 2010. Pagoda tersebut dibuka pada tahun yang sama.

Pagoda setinggi 46,8 meter ini pernah dicatatkan pada rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) untuk kategori stupa tertinggi di Indonesia. Pagoda Lumbini juga merupakan replika tertinggi nomor dua di Asia Tenggara.

Wisatawan yang masuk ke kawasan Taman Alam Lumbini tidak dipungut biaya. Para pengunjung hanya diminta mengisi buku tamu yang terdapat di depan gerbang masuk.

Meski tanpa biaya, objek tujuan wisata ini dikelola secara profesional. Objek wisata ini sudah dilengkapi dengan beragam fasilitas penunjang sehingga pengunjung dapat dengan nyaman menikmati keindahannya.

Untuk menuju ke Pagoda ini, pengunjung akan melewati sebuah jembatan gantung sebagai infrastruktur penyebarangan yang dipadukan dengan puluhan lentera gantung. Jembatan gantung sepanjang 20 meter ini dikenal dengan nama Titi Lumbini.

Di bawah jembatan itu, terdapat taman yang ditata dengan apik dan menarik, berpadu dengan suasana hutan alam di sekelilingnya.

Sesampainya di area Pagoda, pengunjung akan disambut oleh kemegahan Replika Pagoda Shwedagon dalam balutan warna emas dengan arsitektur yang begitu indah. Relief-relief unik dan patung-patung Buddha menghiasi bangunan utama Pagoda ini.

Di sebelah kiri bangunan utama Pagoda, terdapat sebuah menara yang memiliki puncak berbentuk bekisar. Di bawahnya terdapat hiasan sulur berupa gelang-gelang emas sepanjang 1,5 meter. Di puncak Pagoda, terdapat puluhan lonceng sebagai penghias yang akan berdentang jika tertiup angin.

Dengan bentuk bangunannya yang khas dan warnanya yang keemasan, bangunan pagoda ini terlihat begitu indah dan sangat megah. Pagoda ini sendiri adalah tempat ibadah untuk umat Buddha, tetapi difungsikan juga sebagai tempat pariwisata bagi masyarakat umum.

Sebelum masuk, para pengunjung harus melepas alas kaki dan meletakkannya di rak yang telah disediakan disamping pintu masuk. Juga ada aturan lain, seperti tidak boleh memotret dengan kamera handphone dan tidak boleh makan atau minum selama berada di areal Pagoda.

Taman Wisata Alam Lumbini buka setiap hari, kecuali Minggu, pengunjung hanya boleh mengitari bangunan Pagoda, dan tidak boleh masuk kecuali mereka yang ingin melakukan ibadah, bagi mereka yang beragama Buddha. Karena di hari Minggu, umat yang beribadah cukup ramai.

Semerbak harum hio yang terbakar tercium di tempat ini. Suasana di dalam Pagoda begitu teduh dan tenteram. Walaupun pengunjung banyak, ketenangan tetap terjaga.

Tepat di tengah-tengah ruangan, terdapat empat patung Buddha yang terbuat dari marmer. Dalam Pagoda Taman Alam Lumbini ini tersimpan sebanyak 2.958 rupang Buddha, 30 rupang Arahat, dan 108 relik suci lainnya. Hampir seluruh relik suci tersebut dibawa langsung dari Myanmar, termasuk puncak pagoda setinggi 46,8 meter di atas stupa.

Di samping bangunan pagoda juga terdapat taman bunga dan ruang penelitian tanaman. Tumbuhan di dalam kompleks taman ini diberi papan nama, baik dalam bahasa Latin, Indonesia, maupun bahasa lokal (Karo).

Pagoda Taman Alam Lumbini telah dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, seperti toilet, fasilitas pelayanan informasi, taman-taman rekreasi, permainan anak-anak, serta peralatan fitness. Selain itu, juga terdapat toko-toko kecil yang menjual berbagai macam makanan ringan dan cendera mata.

Taman Alam Lumbini terletak di Desa Tongkoh, Kecamatan Dolat Rayat, Kabupaten Karo, sekitar 50 km dari Medan. Untuk menjangkaunya, dibutuhkan waktu sekitar 2-3 jam dari Medan menuju Berastagi.

LEAVE A REPLY

twelve + twelve =