Meayunan, Tradisi Unik Dari Desa Tenganan Bali

439
Tradisi Meayunan di Desa Tenganan Bali
Tradisi Meayunan di Desa Tenganan Bali (Foto: ANTARA/Fikri Yusuf)

1001indonesia.netDesa Tenganan merupakan salah satu desa kuno di Pulau Bali. Desa yang masih memegang teguh tradisi yang diwariskan turun-temurun ini memiliki beberapa tradisi unik, salah satunya adalah permaian tradisional meayunan.

Meayunan merupakan permainan ayunan tradisional masyarakat Desa Tenganan. Desa kuno di Bali ini memang sangat unik. Pola pemukimannya masih mempertahankan pola pemukiman yang mereka warisi turun-menurun. Desa ini juga terkenal akan kain gringsing, kain tenun ikat yang hanya diproduksi di desa ini.

Permainan meayunan hanya dimainkan setahun sekali sebagai bagian dari upacara adat. Biasanya dilakukan setelah gelaran adat Mekaré-kare, atau populer disebut perang pandan.

Meayunan dimainkan oleh delapan orang gadis belia. Mereka duduk dalam ayunan tradisional tersebut. Di sisi kanan dan kiri tiang ayunan, dua orang pemuda bertugas memutar ayunan yang dinaiki delapan gadis itu.

Kedua pemuda tersebut memutar tiga kali ke arah selatan, dan dilanjutkan lagi dengan tiga kali putaran ke utara. Begitulah sistem permainan ayunan ini. Masing-masing harus dilakukan minimal tiga kali.

Makna

Permainan tradisional ini tidak sekadar sebagai hiburan. Meayunan merupakan bagian dari upacara adat dan memiliki makna. Diputarnya ayunan ini merupakan simbol kehidupan yang terus berputar. Kadang kita berada di bawah, kadang di atas.

Prosesi ayunan ini hanya khusus dilakukan dalam ritual Usabha Sambah yang digelar pada bulan kelima dalam kalender Desa Tenganan yang disebut Sasih Sambah. Sasih Sambah ini merupakan bulan berlangsungnya upacara-upacara adat terbesar di Desa Tenganan yang termasuk desa Bali Aga (Bali Tua).

Karena ini berkaitan dengan upacara adat, ayunan ini bersifat sakral dan tidak bisa digunakan secara sembarangan. Ayunan baru bisa digunakan setelah lima hari dipasang. Sebelum digunakan juga harus digelar persembahyangan.

LEAVE A REPLY

2 + eight =