Masjid Al Jihad Menjadi Simbol Keberagaman di Pontianak

273
Masjid Al Jihad Pontianak
Foto: pontianakheritage.wordpress.com

1001indonesia.net – Arsitektur Masjid Al Jihad merupakan perpaduan budaya dari berbagai etnis, yaitu Melayu, Dayak, Jawa, dan Tionghoa. Masjid yang terletak di persimpangan Jalan Gusti Johan Idrus dan Sultan Abdurrahman, Kota Pontianak, Kalimantan Barat ini mencerminkan hubungan yang harmonis dalam masyarakat yang beragam.

Arsitektur Masjid Al Jihad merupakan akulturasi dari 4 kebudayaan. Fondasi bangunannya mencerminkan arsitektur rumah betang Dayak. Atapnya menampilkan arsitektur Melayu. Bagian sisi kiri dan kanan atap masjid mengandung unsur Tionghoa. Selain itu, bagian kubahnya mencerminkan arsitektur Jawa.

Proses pembangunannya tidak hanya melibatkan panitia dari kalangan Muslim, tapi juga kalangan lain. Bahan bangunan, pengerjaan, dan pendanaannya melibatkan masyarakat Melayu, Dayak, Jawa, dan Tionghoa.

Masjid berdiri di atas tanah seluas 700 meter persegi, dan telah mengalami beberapa kali perbaikan. Di halaman masjid terdapat sebuah gentong berukuran besar yang dulunya digunakan sebagai sarana berwudu jamaah masjid. Sebuah menara dengan ketinggian belasan meter melengkapi bangunan masjid.

Tiang, dinding, dan atap sirap masjid terbuat dari kayu ulin, kayu besi khas Kalimantan yang mampu bertahan hingga ratusan tahun. Masjid ini terdiri dari 2 lantai dengan daya tampung 150 jamaah di lantai bawah dan 250 jamaah di lantai atas.

Al Jihad sendiri berarti berjuang. Nama ini dipilih dengan harapan masjid dapat menjadi simbol perjuangan dan pemersatu masyarakat Pontianak. Masjid ini menjadi landmark Pontianak dan sering dikunjungi wisatawan.

LEAVE A REPLY

ten + 19 =