Makan Patita, Menguatkan Semangat Persatuan dengan Makan Bersama

107
Makan Patita
Makan Patita mewarnai perayaan Idul Fitri di tengah-tengah kehidupan masyarakat Salam (Islam) dan Sarane (Kristen) yang ada di Negeri Adat Lafa, Kecamatan Telutih, Kabupaten Maluku Tengah (8/6/2019). (Foto: Cakranews.id)

1001indonesia.net – Upacara adat Makan Patita merupakan tradisi makan bersama yang dilakukan masyarakat Maluku. Selain untuk memperkuat semangat kebersamaan warga, tradisi ini juga dilakukan untuk mengenalkan makanan khas Maluku pada generasi muda.

Biasanya upacara adat Makan Patita akan dilakukan pada saat hari-hari penting atau perayaan-perayaan besar, seperti hari ulang tahun Kota, hari kemerdekaan Indonesia, perayaan hari besar nasional dan agama, HUT tempat ibadah, maupun acara syukuran.

Baca juga: Makan Bajamba, Tradisi Makan Bersama Khas Minangkabau

Tradisi bersama ini biasanya dilakukan di tempat terbuka yang mudah diakses warga, seperti lapangan, jalan-jalan desa, atau di dalam gedung. Makan Patita dilakukan dengan alas daun kelapa atau daun pisang. Ada juga yang menggunakan meja kayu yang ditutupi daun pisang sebagai alas.

Dalam tradisi ini, dihidangkan makanan khas Maluku, seperti ikan asar, patatas rebus, papeda, sayur-sayuran, dan sebagainya. Makanan itu dibawa oleh warga sendiri dari rumah masing-masing.

Acara diawali dengan pembacaan doa-doa lalu dianjutkan dengan makan bersama. Siapa saja yang hadir boleh ikut menikmati hidangan yang ada. Sampai saat ini, tradisi makan bersama ini masih lestari.

Baca juga: Ngobeng, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Palembang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

20 − fourteen =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.