Mabbaca-baca, Tradisi Masyarakat Sulawesi Sambut Ramadhan

194
Mabbaca-baca
Ilustrasi (Foto: telukbone.id)

1001indonesia.net – Mabbaca-baca merupakan tradisi yang dilakukan masyarakat Sulawesi, di antaranya oleh suku Bugis-Makassar. Tradisi Mabbaca-baca merupakan ungkapan doa agar pemilik rumah diberi petunjuk dan kekuatan dalam menjalankan ibadah puasa.

Tradisi ini sudah dilakukan sejak dulu, diwariskan secara turun-temurun. Dalam tradisi ini, sang pemilik rumah akan menyiapkan makanan khas lalu memanggil imam kampung untuk membacakan doa khusus. Setelah itu, makanan khas tersebut kemudian disantap secara bersama dengan tetangga.

Mabbaca-baca ini merupakan ungkapan doa agar seisi rumah bisa sehat, kuat, dan mendapat berkah selama menjalankan ibadah puasa. Sebelum makanan dan buah manis disantap bersama keluarga, sajian ini terlebih dahulu didoakan oleh khatib atau imam masjid setempat.

Membakar pallang

Selain itu, umat Muslim Sulawesi juga membakar pallang atau lilin tradisional yang terbuat dari kapas dan biji kemiri. Pallang dinyalakan di empat penjuru mata angin, juga dipasang di halaman rumah, dan disusun di atas tangga.

Bahkan, pallang dibakar pula di tempat penyimpanan beras dan pusat kegiatan keluarga dalam satu rumah.

Lilin yang dibakar angkanya wajib berjumlah ganjil, misalnya 7, 9, 11, dan seterusnya. Selama dibakar, lilin tidak boleh padam. Warga harus tetap menjaganya hingga betul-betul padam karena habis terbakar.

Adapun makna dari tradisi bakar pallang adalah agar pemilik rumah diberi petunjuk dan terhindar dari segala gangguan atau godaan setan selama melaksanakan ibadah puasa hingga Idul Fitri. Tradisi ini dilakukan sebelum melaksanakan ibadah shalat tarawih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

fourteen − eight =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.