Kwangkay, Puncak Upacara Kematian pada Masyarakat Dayak Benuaq

128
Upacara Kwangkay
Pembacaan mantra dalam upacara Kwangkai di Desa Jahab Kecamatan Tenggarong. (Foto: humas.kukarkab.go.id)

1001indonesia.net – Kwangkey atau Kwangkay merupakan puncak dari rangkaian upacara kematian khas suku Dayak Benuaq di Kalimantan Timur. Upacara ini dilakukan sebagai tanda bakti orang Dayak Benuaq kepada leluhur yang sudah meninggal.

Masyarakat Dayak Benuaq mengenal tiga jenis adat kematian yang tidak harus dilaksanakan semua, tergantung dari kemampuan masing-masing keluarga. Tiga jenis upacara adat kematian tersebut adalah upacara Param Api, upacara Kenyau, dan upacara Kwangkay.

Kwangkay berasal dari kata ke berarti melakukan dan angkey berarti bangkai. Dengan demikian, Kwangkay secara harafiah berarti “buang bangkai”, yang bermakna melepaskan diri dari segala kedukaan dan mengakhiri masa berkabung.

Pada upacara ini, tulang-tulang dari pemakaman terlebih dahulu (pemakaman pada upacara Param Api atau Kenyau) dipindahkan atau dibawa ke rumah adat (lamin) untuk bersama-sama diupacarai. Setelah upacara selesai, semua tulang itu disimpan dalam kotak ulin berukir yang disebut Tempelaq.

Upacara ini digelar untuk memuliakan roh para leluhur yang sudah meninggal. Roh-roh ini diharapkan dapat memperoleh kebahagiaan dan tempat yang lebih baik di alam arwah (di Gunung Lumut dan di Tenangkay), menjadi lebih bijaksana, sehingga bila dibutuhkan dapat menjadi penghubung antara manusia dengan Tuhan.

Selama upacara Kwangkay berlangsung suasana desa tempat penyelenggaraan upacara sangat ramai bagai pesta. Banyak orang dari desa lain berdatangan turut berdatangan.

Biaya untuk upacara Kwangkay ini mahal. Konon merupakan yang paling mahal di antara upacara-upacara adat Dayak Benuaq lainnya. Itu sebabnya, upacara ini dilakukan secara kolektif dan bergotong-royong (sempeket) sehingga biaya bisa ditanggung bersama.

Salah satu yang membuat upacara ini mahal adalah karena pelaksanaannya selama 7 hari atau 2 kali 7 hari. Angka 7 menurut mitologi penciptaan adalah angka mati untuk Ape Bungan Tanaa. Tak hanya waktu pelaksanaannya yang berhari-hari, persiapan untuk upacara ini pun membutuhkan waktu yang lama.

Tempat penyelenggaraan upacara Kwangkay dipusatkan di Rumah Panjang atau Rumah Lamin atau Louw. Louw ini adalah Lamin yang dipinjam oleh pelaksana upacara dari pemerintah desa. Segala bentuk dan tahap upacara dimulai dan diakhiri di Lamin adat.

Baca juga: Tiwah, Upacara Kematian Khas Masyarakat Dayak Ngaju

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

sixteen − fourteen =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.