Kompleks Candi Cibuaya, Peninggalan Bersejarah di Karawang

309
Kompleks Candi Cibuaya
Situs Cibuaya I dinamai Lemah Duwur Lanang karena di atas gundukan tanah situs ini terdapat sebuah batu tegak (lingga) yang melambangkan alat kelamin laki-laki. (Foto: Hadi Albulaqi)

1001indonesia.net – Kompleks Candi Cibuaya sedikitnya meliputi tujuh situs sebaran sisa-sisa percandian yang tersusun dari batu bata. Dari ketujuh sisa percandian bata itu, sekarang hanya tinggal dua buah yang masih tampak di permukaan. Itu pun hanya berupa gundukan tanah yang oleh penduduk setempat disebut lemah dhuwur.

Menurut Edi Sedyawati dkk. (2013: 38-41), Kompleks Candi Cibuaya memiliki kesamaan dengan candi-candi di Kompleks Candi Batujaya, terutama dalam bahan bangunan dan arah bangunannya.

Candi-candi di kedua kompleks tersebut sama-sama menggunakan bahan bangunan bata yang dibuat dari adonan tanah liat dicampur dengan kulit padi. Selain itu, candi-candi di kedua kompleks ini sama-sama memiliki orientasi bangunannya dengan menyimpang sekitar 50 derajat ke arah timur.

Baca juga: Batujaya, Kompleks Candi Buddha di Karawang, Jawa Barat

Kehadiran Kompleks Candi Cibuaya pertama kali diketahui oleh Dinas Purnakala pada 1952. Pada mulanya, kedua reruntuhan bangunan purbakala itu dianggap reruntuhan benteng Belanda, namun pendapat tersebut berubah setelah ditemukan arca Wisnu di dekat situs tersebut.

Arca Wisnu tersebut kemudian dinamai Arca Wisnu Cibuaya I. Arca batu itu ditemukan bersama-sama dengan temuan lain, berupa cincin emas kecil, sebuah benda besi, dan guci yang telah pecah.  Setelah itu, ditemukan arca Wisnu lain pada 1957 yang disebut Arca Wisnu Cibuaya II. Pada 1975, ditemukan lagi Arca Wisnu Cibuaya III yang tidak utuh, hanya berupa pecahan atau fragmennya saja.

Pada tahun 90-an, Anwar Falah dari Balai Arkeologi Bandung melakukan penelitian mengenai situs ini yang dilaporkan dengan judul “Penelitian (Awal) Kronologi Budaya Situs Cibuaya Karawang-Jawa Barat.” Dari hasil penelitian tersebut, ada dugaan kuat bahwa wilayah Situs Cibuaya sudah dihuni oleh manusia sejak masa akhir prasejarah (pra-Hindu).

Di kompleks candi ini terdapat dua bangunan yang dinamakan Lemah Duhur Lanang dan Lemah Duhur Wadon. Candi Lemah Duwur Lanang yang tertinggal sekarang hanya bangunan kaki candi berbentuk persegi empat dan berukuran 9 X 9,6 meter yang dilengkapi dengan anak tangga di sisi sebelah barat laut, namun kondisi tangga dalam keadaan rusak.

Lingga di Kompleks Candi Cibuaya
Lingga di Kompleks Candi Cibuaya. (Foto: disparbud.jabarprov.go.id)

Situs Cibuaya I dinamai Lemah Duwur Lanang karena di atas gundukan tanah situs ini terdapat sebuah batu tegak (lingga) yang melambangkan alat kelamin laki-laki. Lingga tersebut berukuran 1,11 m dengan diameter 40 cm dalam kondisi tertancap di tanah. Lingga ini dahulu ditemukan di runtuhan kaki bangunan.

Dengan ditemukannya 3 arca Wisnu dan lingga dalam satu konteks dengan runtuhan bangunan, para ahli menduga bahwa bangunan Lemah Duhur Lanang berlatarkan Hindu.

Sedangkan bangunan Lemah Duhur Wadon berbentuk bujur sangkar dengan ukuran 3,5 x 3,5 m. Bangunan ini juga menggunakan bahan bata. Ketika ditemukan dalam kondisi sudah runtuh yang tersisa hanya bagian kaki. Ada indikasi yang menunjukkan bangunan ini menghadap ke arah timur.

Mengenai kapan tepatnya bangunan kuno ini didirikan, belum didapat kepastian. Namun, dapat diperkirakan percandian di Cibuaya ini sezaman dengan percandian yang ada di Batujaya, yaitu dibangun pada sekitar abad ke-6 dan ke-7 pada masa Kerajaan Tarumanagara.

Penelitian arkeologi pertama kali dilakukan di Kompleks Candi Cibuaya pada 1975 oleh LPPN. Penelitian tersebut kemudian dilanjutkan oleh Jurusan Arkeologi FSUI (1984) dan Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (1992).

Kompleks Candi Cibuaya terletak di Dusun Pejaten, Desa Cibuaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, kurang lebih 6 km dari garis pantai. Situs ini berada di tengah-tengah kawasan pertanian sawah irigasi yang diolah sepanjang tahun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

1 × four =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.