Kampung Pelangi Semarang Jawa Tengah Yang Mendunia

oleh Ayu Lestari

309
Kampung Pelangi Semarang, Jawa Tengah
Kampung Pelangi Semarang, Jawa Tengah

1001indonesia.net – Penduduk lokal di Jawa Tengah dan masyarakat Indonesia pada umumnya patut bangga memiliki kampung baru yang kini sedang viral dan mendunia. Kabarnya, pelbagai media internasional kini gencar-gencarnya sedang memberitakan kampung tersebut. Kampung yang penuh cat warna-warni itu merupakan kampung baru yang didesain khusus oleh seluruh stakeholder kota Semarang dan masyarakat sekitar. Saat ini, meskipun pengembangan masih terus dilakukan, kampung tersebut telah menjadi destinasi wisata nasional dan internasional. Namanya Kampung Pelangi.

Kampung pelangi terletak di daerah perbukitan di Kelurahan Randusari, Kecamatan Semarang Selatan, Kabupaten Semarang, Jawa tengah. Awalnya, area yang berada di Kampung Wonosari tersebut merupakan kawasan kumuh yang kotor dan tidak enak dipandang.

Perubahan dimulai ketika ada seorang warga bernama Slamet Widodo (54 tahun) resah melihat kampung kumuh di lingkungannya. Penduduk Kampung Wonosari yang berprofesi sebagain kepala sekolah tersebut melihat tidak ada efek manfaat yang ditimbulkan dari kekumuhan lingkungan dan semrawutnya tata kota.

Ia kemudian memiliki ide untuk mempercantik lingkungannya yang kumuh itu. Ide tersebut ia diskusikan kepada wali kota Semarang, Hendrar Prihadi. Akhirnya, ide untuk mengubah kawasan kumuh menjadi kampung yang bersih dan tertata disepakati masuk ke dalam program kampung tematik pemerintah.

Terinspirasi dengan kampung warna-warni Jodipan di Malang Jawa Timur, Kampung Kali Code di Jogjakarta, Guanajuato City di Meksiko, Kota Lima di Peru, dan Kota Cinque Terre di Italia, mereka mengubah kampung Wonosari menjadi Kampung Pelangi.

Desain cat warna-warni yang artistik memperindah lingkungan, rumah, taman, jalan, batu, jembatan, bahkan pinggiran sungai. Tidak hanya mengecat, Slamet bersama masyarakat setempat membersihkan kampung secara total. Ia membentuk kampung menjadi penuh warna, bersih, dan cantik, seperti halnya pelangi.

Kabarnya, pemerintah kota Semarang menggelontorkan dana hingga Rp 3 miliar untuk mengubah kawasan yang awalnya kumuh menjadi cantik nan memesona tersebut. Namun, tidak semua dana yang digunakan berasal dari uang pemerintah. Banyak dana yang didapatkan dari para donatur dan kerja sama.

“Mengingat besarnya kebutuhan serta kepemilikan rumah yang tidak semua dihuni warga kurang mampu, membuat anggaran Pemkot tidak dapat masuk di sana. Maka kami berinisiatif menjadikan program penataan kampung pelangi dengan model partisipatif, yakni menggandeng seluruh stakeholder mulai dari pengusaha cat, perbankan, industri, konstruksi, pegolf, dan lainnya untuk menyelesaikan program tersebut,” ujar wali kota yang kerap disapa Hendi tersebut.

Perombakan dan pengecatan di kampung pelangi belum sepenuhnya selesai. Masih ada ratusan rumah yang belum diwarnai. Proses pengecatan masih terus berlangsung sampai sekarang. Meski belum selesai, keindahan Kampung Pelangi sudah menjadi pusat perhatian dunia dan menjadi destinasi wisata yang ramai dikunjungi.

Upaya untuk mempercantik dan memperindah kawasan tersebut juga terus dikembangkan. Selain mengecat rumah-rumah dan membersihkan kampung, dibangun pula pasar bunga, area parkir, food court, drainase, pedestrian atau jalan inspeksi, dan lainnya untuk semakin melengkapi dan menyempurnakan tempat wisata baru tersebut. Kabarnya, pemerintah kota sudah menyediakan dana sampai Rp 16 milliar untuk membuat semua itu.

Pasar bunga akan dijadwalkan selesai pada Desember mendatang. Kini, tidak hanya bersih dan indah, tetapi juga bermanfaat bagi perekonomian pemerintah kota dan masyarakat sekitar. Akibat pariwisata, UKM pun semakin berkembang dan tumbuh di kampung tersebut.

Kreasi UKM seperti makanan dan minuman, cenderamata, kaos, gantungan kunci, dan semacamnya menjadi hidup. Hal ini pun berdampak baik bagi masyarakat sekitar yang awalnya tak bermata pencaharian. Pembuatan kerajinan tangan untuk kemudian dijual kepada para wisatawan menjadi sebuah proses pendayagunaan masyarakat di skala perekonomian daerah. Optimisme pada kesejahteraan masyarakat pun menjadi poin utama pemerintah dalam menindaklanjuti program tersebut.

“Keberhasilan penataan Kampung Pelangi ini harapannya dapat benar-benar menjadikan pelangi bagi masyarakat kampung. Warganya ceria, happy, ekonomi dan kesejahteraan masyarakat pun semakin baik,” tambahnya.

Kawasan yang rumahnya terbuat dari tembok batu bata disulap sedemikian rupa untuk berubah menjadi kawasan pariwisata kampung yang menawan. Kabarnya, ada beberapa tahap yang dilakukan pemerintah kota untuk mengubah kawasan kumuh menjadi kawasan cantik penuh warna-warni tersebut.

Kini banyak para wisatawan mengunjunginya. Hanya dengan membayar tiket masuk sebesar Rp3000/orang, kita sudah bisa menikmati seluruh keindahan lingkungan dan area-area instagramable yang cocok untuk foto-foto bersama. Parkirnya pun hanya Rp2000/kendaraan.

Pemberitaan Media Asing

Dalam sekejap, puluhan media internasional memviralkan berita, laporan, dan foto-foto kampung pelangi di Indonesia, khususnya di Semarang. Sebagian dari media-media internasional tersebut adalah:

  • Kantor berita “Lonely Planet” dengan judul A Rainbow Coloured Village in Indonesia has become an unexpected tourist attraction.
  • Kantor berita “Dailymail” dengan judul Indonesian Village Instagram Hit Paint Job.
  • Kantor berita “Buzzfeed” dengan judul This Rainbow Village is Honestly such an Instagram Dream.
  • Kantor berita “BorePanda” dengan judul Rainbow Village: Indonesian Government Invests $22,467 To Paint 232 Slum Houses, and Result Is Amazing.
  • Kantor berita “Telegraph” dengan judul Rainbow Village Brightens Locals Lives And Social Media Feeds.
  • Kantor berita “India Times” dengan judul Indonesia’s ‘Rainbow Village’ May Cost It.
  • Kantor berita “Independent” dengan judul Rainbow Village: Indonesian Hamlet Is Instagram Hit With Colourful Makeover.
  • Kantor berita “Stuff.co.nz” dengan judul Indonesia Villahe Paints Itself all Colours of The Rainbow.
  • Kantor berita “Mirror.co.uk” dengan judul Ramshackle Slum to Rainbow Village: Shanty Town is Transformed Into Top Tourist Spot Thanks To Lick of Paint.

LEAVE A REPLY

fourteen + three =