Iwan Fals, Seniman Sekaligus Juru Bicara Keadilan

985

1001indonesia.net – Lirik lagu-lagu Iwan Fals memiliki daya dan kekuatan cipta bagi perubahan sosial. Dia menyihir penggemarnya. Saat dia mendendangkan syair tentang ketidakadilan, krisis sosial, politik, hingga lingkungan, lirik lagunya terus diikuti para penggemarnya. Dalam petikan gitar dan syair itulah Iwan tampil sebagai seniman sekaligus juru bicara keadilan.

Iwan Fals sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia. Saking populernya, pria bernama asli Virgiawan Listanto itu bahkan tak pernah sepi ditonton penggemar fanatiknya di mana pun di penjuru Nusantara ini. Bahkan Iwan Fals memiliki fans paling fanatik di antara musisi lain di Indonesia. OI alias Orang Indonesia adalah salah satu wujud nyata dari betapa melegendanya sosok Iwan Fals.

Lagu-lagu Iwan Fals terbukti benar-benar merasuk hingga ke semua kalangan. Nyanyian riuh tentang politik, hukum, keadilan, dan lingkungan tercermin dalam liriknya. Bahkan lagu-lagu sendunya tentang cinta pun begitu melekat dalam jiwa para penggemar.

Iwan Fals bukan sekadar musisi biasa, tapi legenda hidup blantika musik Indonesia. Pengaruh musiknya bukan hanya membuat industri musik menjadi riuh rendah, tapi juga merasuk ke jiwa-jiwa penikmatnya.

Lagu-lagunya terus mengiang sampai sekarang, termasuk misalnya “Sore Tugu Pancoran”, “Wakil Rakyat”, “Omar Bakri”. Ia juga menulis lagu terindah yang bisa ditulis oleh seorang ayah terhadap anaknya (yang kemudian wafat duluan), “Galang Rambu Anarki”.

Iwan Fals bergabung dengan kelompok SWAMI dan merilis album bertajuk SWAMI pada 1989. Popularitasnya semakin tak tertahankan sejak mencetak hits “Bento” dan “Bongkar” yang dikenal sebagai lagu paling fenomenal dalam karier Iwan.

Perjalanan karier Iwan Fals terus menanjak ketika bergabung dengan Kantata Takwa pada 1990, grup musik yang didukung penuh oleh pengusaha Setiawan Djodi. Konser-konser Kantata Takwa saat itu sampai sekarang dianggap sebagai konser musik yang terbesar dan termegah sepanjang sejarah musik Indonesia.

Atas kemampuannya menangkap suasana batin dan kegelisahan publik itulah tak heran jika Iwan begitu dipuja oleh “kaum kusam”, orang-orang yang terpinggirkan dari pergaulan sosial. Bahkan syair-syairnya diakui menjadi inspirasi bagi gerakan-gerakan sosial di Indonesia.

Sementara ihwal kesederhanaan hidupnya menjadi panutan para penggemarnya yang tersebar di seluruh Nusantara. Sebegitu berpengaruhnya Iwan Fals, hingga hari ini para penggemar fanatik yang mendirikan Yayasan Orang Indonesia atau lebih dikenal OI pada 16 Agustus 1999 hingga kini masih eksis di setiap penjuru Nusantara bahkan mancanegara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

5 + fourteen =