Gubyek Iwak, Cara Masyarakat Pituruh Purworejo Menjaga Keguyuban

233
Tradisi Gubyek Iwak
Ratusan warga Desa Megulunglor Kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, beramai-ramai turun ke kedung atau embung yang berada di depan kantor Balai Desa Megulunglor, pada Minggu (28/2/2021). (Foto: pituruhnews.com)

1001indonesia.net – Warga Kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, memiliki tradisi unik bernama gubyek iwak. Mereka bersama-sama turun ke kedung untuk menangkap (gubyek atau gogoh) ikan (iwak). Tradisi ini menjadi sarana untuk mewujudkan keguyuban warga desa.

Tradisi gubyek iwak sudah dilaksanakan masyarakat Desa Mangunlor dan Desa Pepe sejak dulu. Warga Desa Mangunlor bersama-sama menangkap ikan di kedung di depan Balai Desa Mangunlor. Sedangkan warga Desa Pepe menggelar tradisi ini di saluran irigasi yang ada di wilayah setempat.

Acara yang dilaksanakan di sekitaran waktu panen ini selalu menyedot animo masyarakat untuk turut berpartisipasi. Beramai-ramai warga desa, baik yang tua maupun muda, turun ke kedung untuk menangkap ikan. Keseruan acara ini selalu ditunggu-tunggu oleh masyarakat setempat.

Ikan yang didapat dari acara ini boleh dibawa pulang dan dikonsumsi. Bahkan tidak sedikit warga yang menjual ikan-ikan hasil tangkapannya karena yang diperoleh cukup banyak. Mulai dari ikan lele, nila, dan bayong.

Selain menjadi ajang silaturahmi untuk mempererat kerukunan antarwarga, tradisi tersebut juga memiliki pesan moral bagi warga masyarakat untuk terus mencintai dan merawat lingkungan. Pasalnya, manusia tidak bisa hidup tanpa air. Untuk menjaga ketersediaan air, manusia perlu menjaga kelestarian alam.

Baca juga: Ngubek Leuwi, Ritual Menangkap Ikan di Muara Sungai Cipasarangan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

six + 5 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.