Gereja Ayam, Bangunan Unik di Magelang Jawa Tengah

302
gereja ayam
Gereja Ayam di Magelang memiliki arsitektur bangunan yang unik. (Foto: Istimewa)

1001indonesia.net – Bangunan yang pernah dijadikan tempat rehabilitasi ini memiliki desain yang unik mirip ayam. Oleh karena itulah bangunan ini disebut Gereja Ayam. Letaknya di atas perbukitan dan tidak jauh dari Candi Borobudur.

Bangunan yang sejatinya berfungsi sebagai rumah doa ini terletak di atas Bukit Rhema, tepatnya di daerah perbatasan Desa Karangrejo dan Desa Kembanglimus di Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa tengah. Jaraknya sekitar 45 kilometer dari Kota Yogyakarta.

Arsitektur bangunan yang pendiriannya diprakarsai oleh Daniel Alamsjah ini sangat unik. Bentuknya mirip seekor ayam yang tengah mengeram di atas hamparan rerumputan hijau. Di bagian kepala ayam itu terdapat sebuah mahkota.

Namun, meski terlanjur dikenal sebagai Gereja Ayam, bentuk bangunan itu sebenarnya tidak dimaksudkan untuk menyerupai ayam, tapi burung merpati yang menjadi simbol perdamaian dan roh kudus. Hal ini terungkap oleh cerita Daniel seperti dilansir dailymail.uk.

Daniel berkisah, awalnya dia mendapat mimpi aneh untuk membangun sebuah rumah ibadah dengan bentuk burung merpati. Mimpi itu tak hanya ia alami sekali, tapi berulang kali. Ia kemudian membangun sebuah rumah doa, tempat bagi orang-orang yang percaya pada Tuhan.

Bangunan yang diberi nama Rumah Doa Bukit Rhema itu juga tidak dimaksudkan sebagai gereja. Namun, karena Daniel beragama Kristen, maka rumah doa yang ia bangun disebut gereja oleh masyarakat sekitar. Rumah doa ini tidak hanya diperuntukkan bagi umat Kristen saja, tapi bagi umat semua agama.

gereja ayam
Daniel Alamsjah (keempat dari kiri) menggagas membangun Rumah Doa Bukit Rhema setelah ia mendapat pesan Tuhan melalui mimpinya. (Foto: William Wenas/Tribunnews.com)

Karena bukan gereja, Rumah Doa Bukit Rhema tidak memiliki jadwal kebaktian rutin. Sebaliknya, di bangunan ini tersedia ruang bagi semua pemeluk agama yang hendak berdoa. Di antaranya adalah sebuah ruangan khusus yang menghadap ke arah kiblat bagi umat muslim.

Tak hanya sebagai tempat berdoa, bangunan ini pernah berfungsi sebagai panti rehabilitasi bagi anak-anak yang kekurangan fisik, orang ketergantungan narkoba, orang kurang waras, dan anak muda yang memiliki masalah.

Pada tahun 2000, Rumah Doa Bukit Rhema sempat ditutup karena penolakan oleh warga. Bangunan ini kemudian kembali dibuka sebagai tempat wisata pada 2014.

Hal menarik lainnya adalah letaknya yang tidak begitu jauh dari Candi Borobudur. Dari sini, kita bisa melihat megahnya candi Buddha terbesar di dunia itu. Lokasi Gereja ayam yang terletak di atas perbukitan juga menjadi titik yang cocok untuk melihat matahari terbit.

Sejak dijadikan lokasi syuting film AADC II, Gereja Ayam mendapatkan perhatian besar, baik dari media nasional maupun internasional. Sejak itu pula, tempat ini semakin ramai dikunjungi wisatawan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

six + eighteen =