Candi Sipamutung, Peninggalan Kerajaan Pannai di Sumatera Utara

205
Kompleks Candi Sipamutung Padang Lawas
Kompleks Candi Sipamutung Padang Lawas (Foto: kebudayaan.kemdikbud.go.id)

1001indonesia.net –  Candi Sipamutung yang oleh masyarakat setempat disebut Biaro Sipamutung, terletak di Desa Siparau, Kecamatan Barumun Tengah, Kabupaten Padang Lawas (Palas). Bangunan bersejarah ini merupakan peninggalan Kerajaan Pannai, kerajaan Buddhis yang berdiri sekitar abad ke-11 sampai ke-14 di pesisir timur Sumatra Utara.

Kompleks candi yang dikelilingi oleh rangkaian perbukitan rendah tersebut terletak di pinggir Sungai Barumun yang membelah dataran Palas. Lokasinya sekitar 40 kilometer dari pusat ibu kota Sibuhuan dan sekitar 70 kilometer Kota Padangsidempuan.

Komplek candi Buddhis ini letaknya tak jauh dari aliran sungai Barumun, hanya berjarak sekitar 250 meter. Lokasi tersebut diduga merupakan titik awal masuknya manusia zaman dahulu ke wilayah Palas dan sekitarnya. Pada saat itu, perjalanan hanya dapat dilalui melalui jalur laut dan sungai.

Kompleks Candi Sipamutung terdiri atas sebuah biaro (biara) induk menghadap ke timur dengan denah bujur sangkar berukuran 11 X 11 meter, tinggi 13 meter. Bangunan tersebut terdiri atas bagian kaki, badan, dan atap.

Di kedua sisi biara induk terdapat 6 biaro pewara yang berukuran lebih kecil. Candi-candi perwara di sekitar candi induk berbentuk mandapa berdenah segi empat berukuran 10,25 X 9,9 meter dan tinggi 1,15 meter. Pada bagian bawahnya tersusun 16 buah stupa yang lebih kecil. Lima buah biaro terbuat dari batu bata, sedangkan sebuah biara lainnya terbuat dari batu andesit.

Kompleks candi yang berada di lahan seluas 6000 meter persegi ini dikelilingi tembok berukuran 74 x 74 meter dengan pintu masuk sejenis gapura.

Karena bentuk dan ukurannya, beberapa kalangan menyebut Candi Sipamutung ini sebagai candi termegah di antara candi lain yang terdapat di Kabupaten Padang Lawas dan Padang Lawas Utara.

Di Kabupaten Padang Lawas dan Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), sedikitnya terdapat 11 candi yang sebagian sudah dipugar, yaitu Candi Bahal I, Bahal II dan Bahal III di Desa Portibi Paluta, Candi Tandihat I dan Tandihat II, Candi Manggis. Kemudian, ada Candi Stopayan, Candi Paya, Candi Pulo, Candi Sangkilon di Palas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

nineteen − 5 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.