Candi Pari, Peninggalan Majapahit di Porong Sidoarjo

56
Candi Pari
Bangunan purbakala Candi Pari letaknya tak jauh dari semburan lumpur PT Lapindo Brantas. (Foto: Gunawan Kartapranata/Wikipedia)

1001indonesia.net – Candi Pari berada di Desa Candi Pari, Kecamatan Porong,
Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Letaknya sekitar 2 kilometer ke arah barat laut dari pusat semburan lumpur PT Lapindo Brantas saat ini.

Candi kuno ini ditemukan pada tanggal 16 Oktober 1906. Masa Pemerintahan Hindia Belanda, candi ini pernah dipugar dan diberi tambahan kayu pada bagian langit-langit pintu masuk.

Candi kemudian dipugar lagi pada 1994-1999 di bawah tanggung jawab Kanwil Depdikbud dan SPSP (sekarang BPCB) Jawa Timur.

Candi Pari merupakan tersusun dari batu bata, kecuali ambang serta bagian atas gerbang yang terbuat dari batu andesit. Bangunan candi menghadap ke barat.

Candi ini berukuran 18,86 m x 14,10 m dan tinggi 13,40 m. Bentuk bangunannya terkesan pendek dan lebar. Arsitekturnya sangat unik, bentuknya, khususnya bagian atapnya yang mirip candi-candi di Khmer (Kamboja) dan Champa (Vietnam).

Bangunan candi berbentuk persegi panjang, tanpa ada pembagian. Candi terdiri atas batur segi empat. Bagian barat menjorok ke luar dengan undakan tangga pada sisi kiri kanan menuju pintu masuk.

Di atas pintu tertulis angka tahun pembuatan bangunan, yaitu 1293 Saka (1371 Masehi). Dilihat dari bentuk bangunannya, bangunan purbakala ini merupakan Hindu.

Candi Pari tidak seperti candi-candi Hindu warisan Kerajaan Majapahit lainnya yang umumnya dibuat sebagai tempat pemujaan atau pendharmaan seorang raja. Konon candi ini dibangun untuk mengenang hilangnya seorang sahabat sekaligus adik angkat dari salah satu putra Prabu Brawijaya yang menolak tinggal di istana Majapahit.

Baca juga: Candi Pamotan, Dua Bangunan Kuno Peninggalan Majapahit

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

17 − seventeen =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.