Candi Kimpulan, Bangunan Kuno di Kompleks Perpustakaan UII

466
Candi Kimpulan
Candi Kimpulan atau Candi Pustakasala terletak di kampus UII, tepatnya di Dusun Kimpulan, Desa Umbulmartani, Ngemplak, Sleman. (Foto: jogjaempatroda.com)

1001indonesia.net – Di Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia (UII) terdapat sebuah bangunan kuno bernama Candi Kimpulan. Peninggalan purbakala tersebut ditemukan pada 11 Desember 2009 ketika tengah diadakan penggalian untuk pondasi proyek gedung perpustakaan.

Penemuan yang terjadi secara tak sengaja tersebut kemudian dilaporkan ke Kantor Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Yogyakarta (BP3 Yogyakarta) dan ditindaklanjuti dengan survei lapangan dan ekskavasi.

Butuh setahun untuk proses penggalian benda purbakala itu. Saat ini, bangunan kuno yang dinamakan Candi Kimpulan itu bisa dilihat berada tengah-tengah di kompleks perpustakaan UII. Karena penemuan ini, pola arsitektur perpustakaan kemudian diubah. Bentuk bangunan yang tadinya berbentuk persegi diganti menjadi melingkar.

Nama Kimpulan diambil dari nama lokasi penemuannya, yaitu di Dusun Kimpulan, Desa Umbulmartani, Ngemplak, Sleman. Pihak UII juga telah memberikan nama Candi Pustakasala, lantaran keberadaannya di kompleks perpustakaan. Dalam bahasa Sanskerta, pustakasala berarti perpustakaan.

Candi Kimpulan ditemukan pada kedalaman kurang lebih 2,1 meter di bawah permukaan tanah. Bangunan kuno ini diperkirakan terkubur oleh material-material erupsi Gunung Merapi.

Bangunan candi terbuat dari batuan andesit. Candi ini memiliki satu buah candi induk berukuran 6 x 6 cm dan satu buah candi perwara berukuran 4 x 6 cm. Candi Kimpulan berlatar belakang agama Hindu, diindikasikan dengan penemuan arca ganesa, lingga-yoni, dan arca nandi.

Tubuh dan atap candi tidak ditemukan. Ukurannya kecil dan ukiran hiasannya sederhana. Diperkirakan tubuh, tiang, dan atap candi menggunakan kayu atau bahan organik lainnya yang mudah lapuk. Asumsi ini berdasarkan temuan umpak atau tumpuan tiang penyangga atap di lantai candi induk dan perwara.

Penemuan candi Hindu di kompleks Universitas Islam Indonesia ini dapat menjadi simbol harmoni dalam keberagaman. Bagaimana dua peradaban yang berbeda bisa hidup berdampingan secara harmonis.

Atas upaya dalam pelestarian bangunan purbakala itu, pada tahun 2019 ini, UII mendapatkan anugerah kebudayaan dari Pemerintah Daerah (Pemda) DIY sebagai pelestari budaya.

Baca juga: Candi Gebang, Peninggalan Wangsa Sanjaya di Kabupaten Sleman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

6 − 2 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.