Candi Gedong Songo, Situs Hindu di Kabupaten Semarang

209
Candi Gedong Songo
Pemandangan di Candi Gedong Songo saat matahari terbit. (Foto: KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA)

1001indonesia.net –  Candi Gedong Songo merupakan peninggalan Kerajaan Mataram Hindu, diperkirakan dibangun pada abad ke-8 M. Kompleks candi itu mengelilingi lembah di sebuah gunung yang masih aktif pada ketinggian sekitar 1.200 sampai 1.300 meter di atas permukaan laut.

Tak hanya terkenal sebagai tempat wisata bersejarah, area sekitar candi yang berada di lereng Gunung Ungaran itu memiliki pemandangan alam yang sangat indah, terutama pada saat matahari terbit. Objek wisata itu juga memiliki fasilitas pemandian air panas. Juga terdapat area perkemahan dan wisata berkuda.

Candi Gedong Songo terletak di Dusun Darum, Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Nama Gedong Songo berasal dari kata gedong yang berarti rumah atau bangunan besar dari batu, dan songo yang berarti sembilan.

Candi Gedong Songo
Candi Gedong III (Foto: Tribun Jateng/Irzal Adiakurnia)

Candi-candi yang berada di kompleks Candi Gedong Songo berkelompok, terdiri atas tiga candi atau lebih. Ada sembilan kelompok candi di sana. Kelompok-kelompok tersebut terletak pada ketinggian yang tidak sama. Candi Gedong I berada paling bawah, Candi Gedong II berada di sebelah atasnya, dan seterusnya.

Candi-candi Gedong Songo pertama kali dilaporkan oleh Loten pada 1740. Pada 1804, peninggalan kuno itu kemudian dilaporkan kepada Raffles sebaga Candi Banyukuning.  Dalam The History of Java, Raffles menyebutnya dengan nama Candi Gedong Pitu. Raffles menyebutnya demikian karena pada awalnya hanya tujuh kelompok bangunan yang ditemukan.

Residen Domis kemudian membuat tulisan pendek mengenai Gedong Songo. Pada 1825, van Braam membuat lukisannya yang sekarang berada di Museum Leiden.

Kemudian dilakukan beberapa penelitian terhadap para arkeolog Belanda, antara lain Van Stein Callenfels (1908) dan Knebel (1911). Dalam penelitian tersebut, ditemukan dua kelompok candi lain sehingga namanya diubah menjadi Gedong Songo (dalam bahasa Jawa berarti sembilan bangunan).

Pada tahun 1928 sampai 1929, dinas purbakala pemerintah kolonial Belanda melakukan pemugaran terhadap Candi Gedong I dan Candi Gedong II. Pemerintah Indonesia kemudian kembali melakukan pemugaran candi selama hampir 10 tahun, yaitu tahun 1972 sampai 1982.

Dari beragam arca yang ditemukan, dapat dipastikan Kompleks Candi Gedong Songo merupakan peninggalan Hindu-Siwa. Kapan tepatnya candi itu dibangun, belum bisa dipastikan. Namun, dilihat dari arsitekturnya, diduga Candi Gedong Songo dibangun pada abad ke-8 atau sedikit lebih muda dibanding Candi Dieng.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

1 × 4 =