Candi Abang, Candi Berbentuk Piramida di Berbah Sleman

67
Candi Abang
Penampakan Candi Abang yang menyerupai gundukan tanah atau bukit kecil. (Foto: jejakpiknik.com)

1001indonesia.net – Candi Abang berada di Dusun Sentonorejo, Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Sleman, Yogyakarta. Candi Hindu ini berada di puncak bukit di pinggir jalan desa, 1,5 kilometer sebelah Barat Jalan Raya Jogja-Piyungan.

Dengan bentuk yang sudah tidak utuh lagi, bangunan kuno ini berdiri di puncak bukit. Bangunannya berbentuk seperti piramida, dengan sumur di tengahnya. Alas candi berukuran 36 x 34 meter, sedangkan tingginya belum diketahui secara pasti.

Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno ini dibangun sekitar abad ke-9 dan ke-10. Namun, dibanding candi-candi yang dibangun pada masanya, diperkirakan candi ini adalah yang termuda.

Terdapat tangga masuk, dibuat dari batu putih alias gamping. Selain itu, ada sebagian batu-batu andesit yang belum diketahui fungsinya.

Nama Candi Abang diambil dari material bangunannya yang berupa batu bata merah. Dalam bahasa Jawa, abang berarti merah.

Berbeda dengan candi-candi Jawa Tengah lainnya yang berbahan batu andesit, material bangunan Candi Abang menggunakan batu bata. (Foto: Elfran Vido/blok-a.com)

Beberapa orang menduga ada harta karun yang tersimpan di Candi Abang. Sebab itu, candi ini pernah dirusak dan digali oleh orang tidak bertanggung jawab untuk mencari barang berharga.

Dari jauh, bentuk candi serupa gundukan tanah atau bukit kecil. Jika musim hujan, bukit itu akan ditumbuhi rerumputan sehingga tampak hijau. Situs bersejarah ini baru akan terlihat berwarna abang (merah) jika kondisinya benar-benar kemarau dan kering.

Berbeda dengan candi-candi lainnya, Candi Abang terbuat dari batu bata merah. Ini unik sebab pada umumnya candi di Jawa Tengah dibangun dengan batu andesit, batuan beku vulkanik yang berasal dari Gunung Merapi. Candi yang terbuat dari batu bata merah umumnya berada di Jawa Timur.

Baca juga: Pesona Candi-candi di Kabupaten Sleman

Di lokasi candi ditemukan yoni. Temuan ini menunjukkan bahwa candi tersebut merupakan peninggalan agama Hindu. Uniknya, yoni yang ditemukan berbentuk heksagon (segi delapan)—bukan segi empat seperti pada umumnya—dengan setiap sisinya berukuran 15 cm.

Yoni berbetuk segi delapan di kawasan Candi Abang. (Foto: Danang Prabowo/Okezone)

Di sisi selatan candi terdapat batu yang menyerupai kodok. Masyarakat setempat menyebutnya Batu Kodok. Di puncak candi, ada sumur yang dinamai Sumur Bandung.

Masyarakat setempat mempercayai kalau Candi Abang dijaga oleh seorang tokoh makhluk halus bernama Kiai Jagal. Pada masa pendudukan Jepang, banyak penduduk yang berlindung di candi itu. Mereka percaya kalau Kyai jagal akan melindungi mereka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

20 − 9 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.