Taman Nasional Taka Bonerate, Karang Atol Terbesar Ketiga di Dunia

233
Taman Nasional Taka Bonerate (Foto: wikipedia)

1001indonesia.net – Taman Nasional Taka Bonerate merupakan taman laut yang terkenal dengan hamparan karangnya yang indah dan luas. Kawasan ini memiliki karang atol terluas se-Asia Tenggara atau terbesar ketiga di dunia setelah Kwajifein di Kepulauan Marshall dan Suvadiva di Kepulauan Maladewa.

Total luas dari atol di taman nasional ini sekitar 220.000 hektare dengan sebaran terumbu karang mencapai 500 kilometer persegi. Dalam bahasa Bugis, Taka Bonerate berarti  “hamparan karang di atas pasir”.

Taman nasional ini terletak di Kecamatan Takabonerate, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Indonesia. Dari Benteng, ibu kota Kabupaten Selayar, jaraknya 25 kilometer. Sedangkan dari Makassar sekitar 300 kilometer.

Ada dua puluh satu pulau yang tercakup dalam kawasan yang dulunya dikenal dengan nama Kepulauan Macan ini.  Tujuh pulau di antaranya berpenghuni, yaitu Rajuni Besar, Rajuni Kecil, Tarupa Besar, Latondu Besar, Jinato, Pasitallu Tengah, dan Pasitallu Timur. Penduduknya terdiri atas beberapa etnis, yaitu Selayar, Bajo, Bugis, dan Flores.

Kawasan ini kaya akan biota laut. Beberapa di antaranya merupakan satwa yang dilindungi. Terumbu karangnya sangat beragam dan relatif masih utuh. Tak hanya biota laut, kawasan ini juga menjadi rumah bagi beragam jenis burung pantai dan laut.

Guna melindungi kekayaan tersebut dari ancaman kerusakan, area yang masuk dalam kawasan Coral Triangle Intiative (CTI) ini ditetapkan sebagai wilayah cagar alam laut, kemudian menjadi taman nasional.

Selain sebagai cagar alam, kawasan ini juga menjadi destinasi wisata favorit. Tempatnya sangat sesuai bagi siapa saja yang menyenangi kegiatan menyelam, snorkeling, dan kegiatan wisata bahari lainnya. Ada puluhan titik penyelaman di kawasan ini. Keindahan terumbu karang serta ikan beraneka warna dan ukuran tentu menjadi momen tak terlupakan bagi penyelam.

Di pantai Pulau Tinabo, salah satu pulau di Kepulauan Takabonerate, para pengunjung bisa menyaksikan bayi-bayi hiu jenis Black Tip berenang bebas. Mereka bahkan bisa memberi makan anak hiu itu. Namun, hal ini harus dilakukan dengan hati-hati bersama pemandu.

Selain menawarkan keindahan bawah lautnya yang sangat menawan, Taman Nasional Taka Bonerate juga menawarkan wisata sejarah dan budaya.

Wisata budaya andalan Taka Bonerate adalah pertunjukan Manca Pa’dang, beladiri memadukan gerakan silat dan keterampilan memainkan pedang. Pertunjukan kesenian tradisional lainnya antara lain battik-battik, beladiri kontaw, tari boda, dan tari lambo.

Sementara, beberapa peninggalan sejarah yang bisa dikunjungi di Taka Bonerate adalah jangkar raksasa, Gong Nekara, dan masjid tua Gantaran Lalang Bata.

Mengingat potensinya yang besar, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menjadikan Taka Bonerate sebagai salah satu ikon wisata bahari selain Tanjung Bira di Bulukumba. Sejak 2015, taman nasional ini juga masuk dalam daftar tentatif (sementara) Situs Warisan Dunia UNESCO.

LEAVE A REPLY

8 − 5 =