Sumber Pitu, Wisata Alam Air Terjun di Kabupaten Malang

155
Wisata alam Air Terjun Sumber Pitu di Desa Pujon Selatan, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. (Foto: piknikasik.com)

1001indonesia.net – Ada sekitar 30-an air terjun di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Coban, istilah setempat untuk air terjun, dengan keindahan pemandangan alamnya dapat menjadi wisata alam andalan Malang. Di antaranya adalah air terjun Sumber Pitu.

Di Malang, terdapat dua lokasi yang disebut sebagai Sumber Pitu atau Coban Pitu. Yang pertama terletak di Desa Duwet Krajan, Kecamatan Tumpang atau di ujung timur Kabupaten Malang. Yang kedua terletak di Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon yang berada agak ke barat.

Sumber Pitu Duwet Krajan

Oleh masyarakat setempat, air terjun ini dinamakan Umbulan pitu. Air terjun yang lokasinya tersembunyi di sisi barat pegunungan Bromo atau sekitar 30 kilometer dari pusat Kota Malang ini tergolong unik karena airnya berasal dari tujuh titik mata air yang terletak di tebing. Meski tidak tinggi, air tersebut menyembur dengan deras sehingga menghasilkan air terjun.

Dengan pemandangan yang masih alami dan sangat indah, Sumber Pitu di Desa Duwet Krajan ini sangat bisa dikembangkan menjadi wisata alam andalan Kabupaten Malang. Lokasinya juga strategis, dekat dengan akses jalan dari Tumpang menuju Gunung Bromo dan Semeru. Tidak jauh di sebelah barat terdapat Candi Jago.

Destinasi wisata ini dikelola oleh masyarakat setempat. Pemerintah daerah hanya membantu akses jalan dan promosi. Ini sesuai dengan kebijakan Pemda untuk melibatkan masyarakat dalam mengelola semua objek wisata, baik itu desa maupun kecamatan. Ada juga objek wisata yang dikelola Perhutani.

Sumber Pitu Pujon

Air terjun yang juga bernama Coban Gerojokan Pitu ini terletak di wilayah hutan milik Perhutani Kabupaten Malang. Pemandangan 7 air terjun yang saling berdekatan pada tebing selebar sekitar 50 meter itu sangat memukau.

Untuk mencapai lokasi wisata air terjun Sumber Pitu ini, pengunjung harus sedikit bersusah payah. Sebab, pengunjung harus berjalan kaki sekitar 2 kilometer melewati perkebunan sayur milik warga sekitar dan hutan milik Perhutani.

Namun rasa lelah akan tergantikan oleh keindahan alam, sejuknya udara, dan segarnya air yang jatuh dari atas tebing. Air terjun yang mulai populer sejak 2014 ini tetap mengalir di musim kemarau, debit airnya saja yang berkurang.

LEAVE A REPLY

one × 2 =