Rafflesia Arnoldii, Bunga Endemik Sumatra dan Terbesar di Dunia

4376
Rafflesia arnoldii (Foto: Arddu/fickr)

1001indonesia.netRafflesia arnoldii atau padma raksasa merupakan tumbuhan parasit obligat yang tumbuh pada batang liana (tumbuhan merambat) dari genus Tetrastigma. Tumbuhan ini sangat terkenal karena ukuran bunganya sangat besar.

Rafflesia Arnoldii bukan hanya merupakan jenis raflesia terbesar yang ada, bunga endemik Sumatra dengan diameternya yang mencapai 110 cm ini merupakan bunga terbesar di dunia.

Rafflesia arnoldii pertama kali ditemukan pada 1818 di hutan tropis Sumatra, tepatnya di Desa Pulau Lebar, Kabupaten Bengkulu Selatan. Penemunya adalah seorang pemandu yang bekerja pada Dr. Joseph Arnold.

Saat itu, Arnold sedang mengikuti ekspedisi Thomas Stanford Raffles. Tumbuhan ini kemudian diberi nama sesuai penemunya, yakni penggabungan antara Raffles dan Arnold.

Karena Rafflesia arnoldii tidak memiliki daun maka tumbuhan ini tidak mampu melakukan fotosintesis sendiri. Untuk hidup, ia harus mengambil nutrisi dari pohon inangnya.

Bentuk yang terlihat dari tumbuhan raflesia ini hanya bunganya saja yang berkembang dalam kurun waktu tertentu. Keberadaannya seakan tersembunyi selama berbulan-bulan di dalam tubuh inangnya hingga akhirnya tumbuh bunga yang hanya mekar seminggu.

Bunga yang masuk dalam kategori Puspa Langka Indonesia ini menjadi identitas provinsi Bengkulu. Rafflesia arnoldii menjadi salah satu dari tiga bunga nasional Indonesia mendampingi puspa bangsa (melati putih atau Jasminum sambac) dan puspa pesona (anggrek bulan atau Phalaenopsis amabilis).

Deskripsi Morfologis Rafflesia Arnoldii

Bentuk bunga Rafflesia arnoldii melebar dengan lima mahkota bunga. Bunga menjadi satu-satunya bagian tumbuhan yang terlihat dari Rafflesia arnoldii. Kelopaknya bertekstur kasar, berwarna oranye, dan berbintik-bintik dengan krim berwarna putih. Pada saat bunga mekar, diameternya dapat mencapai 70 hingga 110 cm dengan tinggi mencapai 50 cm dan berat hingga 11 kg.

Rafflesia arnoldii memiliki organ reproduksi, yaitu benang sari dan putik, dalam satu rumah yang terdapat di bagian tengah dasar bunga yang berbentuk melengkung seperti gentong. Proses penyerbukannya dibantu serangga yang tertarik pada bau bunga yang menyengat.

Kuncup-kuncup bunga terbentuk di sepanjang sela-sela batang dengan masa pertumbuhan bunga hingga 9 bulan. Masa mekarnya hanya sekitar 5–7 hari saja. Kemudian bunga raflesia akan layu dan mati.

Ekologi dan Habitat

Bunga Rafflesia arnoldi merupakan tumbuhan endemik di Pulau Sumatra, terutama bagian selatan, yakni Bengkulu, Jambi dan Sumatra Selatan.

Rafflesia arnoldii dapat dijumpai di beberapa lokasi, antara lain di Taman Nasional Kerinci Seblat, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Pusat Pelatihan Gajah Seblat di Kabupaten Bengkulu Utara, dan Padang Guci Kabupaten Kaur, Bengkulu.

Di hutan Bengkulu sendiri terdapat 4 spesies reflesia, yaitu Rafflesia arnoldii, Rafflesia gadutensis, Rafflesia hasselti, dan Rafflesia bengkuluensis. Hingga saat ini bunga raflesia belum berhasil dikembangbiakkan di luar habitat aslinya.

Dari sekitar 30-jenis raflesia di seluruh dunia, hanya satu spesies yang dianggap terancam punah, yakni Rafflesia magnifica yang tumbuh di Filipina. Salah satu jenis raflesia yang sudah bisa tumbuh di luar habitatnya adalah Rafflesia patma.

Ancaman

Hilangnya habitat asli Rafflesia arnoldii akibat alih fungsi hutan, penebangan liar, maupun kebakaran hutan tropis Sumatra menjadi ancaman serius bagi kelestarian bunga raksasa ini. Selain itu, ancaman juga datang dari masyarakat yang merusak dan mengambil putik bunga raflesia untuk dimanfaatkan sebagai obat tradisional.

*Diolah dari berbagai sumber.

1 Komentar

LEAVE A REPLY

one × three =