Keindahan Bawah Laut di Taman Wisata Perairan Anambas

324
Perairan Anambas di Kepulauan Riau memiliki pemandangan bawah laut yang sangat menawan. (Foto: Barry Kusuma/KOMPAS.COM)

1001indonesia.net -Taman Wisata Perairan Anambas di Kepulauan Riau (Kepri) menyimpan pemandangan bawah laut yang indah dan eksotis. Dalam jernihnya air laut terhampar pemandangan karang aneka warna yang sangat menawan. Keindahannya yang telah mendunia membuat decak kagum siapa pun yang menyaksikannya. Tak heran, CNN.com pernah menobatkan kepulauan ini sebagai the Best Tropical Island in Asia.

Kris Razianto Mada dalam harian Kompas (31/3/2017) menulis untuk menyaksikan keindahan karang ini tidak perlu keahlian berenang karena dasar laut dengan karang-karangnya tampak dari permukaan. Cukup dengan berperahu di laut dengan kedalaman kurang dari 2 meter, keindahan karang-karang di dasar laut yang berair jernih dan berpasir putih nan bersih bisa dinikmati. Pengunjung bisa menggunakan pelampung yang diikatkan ke perahu.

Kepulauan Anambas

Kabupaten Kepulauan Anambas dengan ibu kota Tarempa merupakan hasil dari pemekaran dari Kabupaten Natuna berdasarkan UU No. 33 Tahun 2008. Ada tujuh kecamatan di kabupaten ini, yaitu Siantan, Siantan Timur, Siantan Selatan, Palmatak, Jemaja, Jemaja Timur, dan Siantan Tengah.

Tampak dari namanya, kabupaten ini merupakan wilayah kepulauan. Luasnya sekitar 46 ribu kilometer persegi, sebagian besar berupa lautan. Ada 255 pulau di kabupaten terdepan Indonesia di Laut China Selatan itu, tapi baru 26 pulau saja yang berpenghuni.

Kepulauan tropis Anambas terkenal akan keindahan pemandangan bawah lautnya. Dengan laut yang dangkal dan berair jernih, wisatawan hanya perlu masuk air mulai dari jarak 5 meter dari pantai untuk melihat karang-karang di dasarnya. Wilayah ini memang tidak asing bagi para pecinta kegiatan snorkeling (selam permukaan) dan olahraga menyelam.

Yang spesial dari perairan Anambas adanya terumbu karang biru. Tidak semua perairan Indonesia memiliki terumbu karang biru. Selain itu, di sana juga terdapat populasi penyu dan ikan Napaleon yang langka.

Terumbu karang aneka warna di Perairan Anambas. (Foto: Diah Nathalia Pramudya Wardani/ACI)
Terumbu karang aneka warna di Perairan Anambas. (Foto: Diah Nathalia Pramudya Wardani/ACI)

Taman Nasional Perairan

Dengan kekayaan yang dimiliki wajar jika Anambas ditetapkan sebagai salah satu taman nasional perairan (TNP). Dari 4,6 juta hektare wilayah lautnya, 1,2 juta hektare ditetapkan sebagai TNP. Perairan Anambas merupakan TNP terluas kedua di Indonesia setelah TNP Sawu yang luasnya 3,5 juta hektare.

Kondisi geografis Anambas amat menunjang untuk TNP yang salah satu tujuannya adalah untuk menjaga kelestarian laut. Penduduknya tidak banyak dan tersebar di beberapa pulau. Sebagian besar pulau-pulau di Anambas tidak berpenghuni. Ini menjadi sebab keindahan alam di perairan ini tetap terjaga dari tangan-tangan jahil manusia.

Wisata

Masa terbaik untuk melihat terumbu karang di perairan Kepulauan Anambas terbentang dari April hingga Mei. Pada periode itu, laut tenang dan langit tak kencang. Pada Oktober sampai awal Maret, seluruh Kepulauan Riau dilanda angin musim utara. Musim itu ditandai angin kencang, ombak tinggi, dan sering hujan. Akibatnya, susah menyelam dan berenang.

Sementara pada April sampai akhir Mei, laut lebih tenang. Arus tidak kencang sehingga aman untuk menyelam dan berenang.

Di Anambas, amat penting memperhatikan kondisi laut. Anambas berhadapan dengan Laut China Selatan yang mengirimkan ombak tinggi dan angin kencang setiap Oktober sampai awal Maret. Terbawa arus di Anambas bisa terhanyut sampai ke mana-mana.

Alasan lain untuk memperhatikan laut adalah perjalanan ke Anambas. Untuk melihat terumbu karang biru di perairan Anambas, perjalanan bisa dimulai dari Tanjung Pinang, ibu kota Kepulauan Riau. Dari sana ada pesawat setiap Rabu, kapal cepat dua hari sekali, dan kapal besar setiap 10 hari.

Pesawat berkapasitas 12 penumpang terbang menuju bandara di Pulau Jemaja. Sementara itu, kapal cepat berkapasitas 180 orang menuju Jemaja dan Siantan. Satu pulau besar lain, Palmatak, tidak disinggahi kapal cepat. Ada juga kapal besar berkapasitas lebih dari 1.000 orang. Kapal itu butuh hingga 30 jam untuk mencapai Siantan. Kapal-kapal besar singgah rata-rata setiap 10 hari sekali.

Saat angin kencang, kapal besar berbobot ribuan ton saja bisa goyang, apalagi perahu berbobot 10 ton. Padahal, transportasi antarpulau atau dari pantai ke pantai Anambas mengandalkan perahu. Sebab itu, tidak disarankan berwisata saat angin kencang karena kapal yang goyang bisa membuat mabuk laut. Rencana pelesiran bisa terganggu karena badan lemas setelah terlalu banyak muntah di kapal.

Sementara tidak ada pilihan lain selain naik perahu bila ingin menuju hamparan terumbu karang Anambas. Harga sewa perahu tergantung ukuran dan kesepakatan dengan pemiliknya. Pertimbangannya antara lain jarak dari Jemaja atau Siantan menuju tempat yang dituju.

Butuh usaha tidak sedikit untuk mencapai Anambas. Namun, semua usaha itu akan setimpal dengan kenikmatan yang akan kita dapatkan. Begitu tubuh merasakan segarnya air dan mata melihat indahnya terumbu karang dengan bermacam jenis ikan yang beraneka warna, seluruh lelah perjalanan akan terlupakan.

LEAVE A REPLY

five × 4 =